Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Di Kualuh Leidong, Konsultan Sunat Dana PNPM 10 %?

Di Kualuh Leidong, Konsultan Sunat Dana PNPM 10 %?

Kualuh Leidong, suarasumut.com – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM) di Kecamatan Kualuh Leidong, Labura diduga mendapat potongan dari konsultan PNPM sebesar 10 %.

Hal ini dikatakan salah seorang pengurus PNPM LKD yang menjabat sebagai Bendahara berinisial UC dan SF yang merupakan pengurus LKD di Kelurahan Tanjung Liedong pada suarasumut.com baru baru ini. Dijelaskan kalau konsultan serta pengawas PNPM melakukan pemotongan 10% dari dana yang mau dicairkan dengan dalih untuk pengurusan dana PNPM tersebut.

Sambung SF, namun bukan itu saja dikenakan pemotongan, tapi juga harus membayar uang administrasinya sebelum mendapat paket tersebut sebesar 1 juta dan gunanya untuk pengurusan pemberkasan.

Juga keterangan salah satu Ketua LKD yang ada di Desa Pangkal Lunang, menjelaskan kalau pada tahap pencairan pertama hanya menerima dana pencairanya sebesar 30% senilai 15 juta, dan pada saat diterima sampai di desa juga harus membayar melalui FD sebesar Rp.4,3 juta dan menurut keterangannya pemotongan tersebut diperuntukan untuk administrasi pengurusan program tersebut.

Terpisah, Camat Kualuh Leidong Drs.Adlin Sinaga,Msi ketika dikonfirmasi mengenai perihal pemotongan dana PNPM sebesar 10 %, Adlin Sinaga membantah. Malah Camat mengatakan, siapa yang bilang?, malah Camat meminta kepada suarasumut.com untuk mempertanyakan kembali kepada Konsultan.

“Itu tidak benar, siapa yang bilang ada pemotongan?, coba tolong dipertanyakan saja sama konsultan dan pihak yang bersangkutan,”terang Camat terkesan menantang.

Hasil informasi yang diterima dari salah satu PJOK PNPM bernisial AR bahwasanya jumlah paket PNPM yang diterima untuk Kecamatan Kualuh Leidong Labura berjumlah 81 paket, yang terbagi dari 6 desa 1 kelurahan dengan jumlah dana mencapai 1,8 M yang bersumber dari dana APBN yang diperuntuhkan untuk kepentingan pembangunan daerah terpencil seperti di desa.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com dari pelbagai sumber, di Kecamatan Kualuh Leidong terkait pemotongan 10 % yang dilakukan sudah menjadi rahasia umun dikalangan warga Kualuh Leidong. Dengan terpaksa mereka merelakan adanya pemotongan walau secara prosedurnya itu tidak ada.

Menyikapi hal tersebut Ketua LSM PIPMI Kecamatan Kualuh Leidong, Hasan Basri mengkritik perlakuan konsultan PNPM yang tega melakukan pemotongan sampai 10% hanya untuk kepentingan pribadi, dan ini merupakan tindakan korupsi.

“Saya menganggap, tindakan yang dilakukan orang orang yang terlibat dalam hal pemotongan ini sudah jelas sudah melanggar peraturan, dan perbuatan yang merugikan uang rakyat, jelas ini korupsi,”tegas Hasan Basri.(hs/ss/lu)

Kata kunci terkait:
kapan cair dana kelurahan labura

Lihat Juga

Evaluasi Program, Pemkab Nias Gelar Rakorbang

Nias | suarasumut.com  —  Untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan kegiatan serta tingkat serapan anggarantahun anggaran ...