Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Kondisi Jalan Rusak Parah, Kurang Lebih 2 KM Menuju Desa Eskalangan Kerikil Lepas

Kondisi Jalan Rusak Parah, Kurang Lebih 2 KM Menuju Desa Eskalangan Kerikil Lepas

Tapteng | suarasumut.com  –   Fisik jalan dengan lebar kurang lebih 4 meter menuju ujung pedesaan kecamatan Tukka tampak dalam kondisi rusak parah. Kurang lebih sepanjang dua kilometer (2 km) dari ujung titik pengaspalan menuju desa Eskalangan dua serta desa berikutnya tampak banyak berserakan kerikil lepas dari fisik jalan aspal lama tersebut. Ditambah lagi medan jalan sangat begitu sulit dilalui bagi para pengguna kendaraan untuk mengangkut hasil bumi dari desa tersebut.

“Kalau berdua tadi pergi menuju desa Eskalangan 2 pasti kita akan pulang, untunglah kita berempat orang melewati jalan yang rusak ini. Kalau diantaranya ada yang rusak akibat dari jalan, kan bisa saling membantu,” kata Ketua investigasi LSM Komite Pemantau dan Pemberdaya Parlemen Indonesia (KP3I) Tapteng, Firman Putra Tampubolon, terhadap suarasumut.com, Kamis (21/06/2017) sekira pukul 11.00 Wib di sekitar sepanjang jalan desa Sigiringgiring.

Merasakan kondisi jalan yang dilalui itu, Firman mengungkapkan, sangat begitu rumit untuk dilalui bagi para pendatang baru, maka itu sangat diharapkan pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) agar serius menargetkan desa-desa tersebut masuk dalam tahap perencanaan pembangunan infrastruktur daerah.

“Bila fisik jalalannya mulus, jelas desa akan maju. Pasti orang-orang yang berkebun akan mengelolah lahannya yang selama ini tertidur, serta pendatang akan bertambah, jadi desa tersebut akan sejahtera,” ucapnya.

Agus Tanjung, wartawan media cetak harian menyempatkan dan meminta mengambil momen berupa gambar dan video sebagai bukti pengalaman yang dilaluinya menuju desa Eskalangan dua.

“Inilah perjuangan para awak media dan LSM, menggali aspirasi rakyat desa yang tertinggal melaui jalan medan beralaskan kerikil lepas,” kata Agus didampingi Benny Allen wartawan elektronik daerah Tapteng.

Menggali aspirasi rakyat, warga desa Sigringgiring Dameida Hutabarat (48) yang suaminya Manueli Mendrofa bekerja sebagai pengambil ijuk (membuat sapu ijuk) dan Megawati Zega (28) yang membantu suaminya mengambil getah mengaku merasa senang atas kedatangan awak media dan LSM.

Para ibu-ibu ini berharap agar keluhan dari desanya dapat disampaikan terhadap pemerintah daerah Tapteng ditambah dengan harga karet saat menurun saat ini hanya Rp 5500/kg. “Kami sangat senang atas kedatangan bapak ke desa kami ini, sampaikan terhadap pemerintah agar desa kami ini diperhatikan,”pinta Megawati Zega.

Camat Tukka Pahala Nababan menjelaskan pembangunan jalan tersebut telah dimusrembangkan dan diplot masuk dalam rencana pembangunan ke awal tahun 2018. Dikarenakan pembagian pembangunan masih dalam tahap proses target.

”Itu jalan diperkirakan sepajanjang 2 km akan di bangun pada awal tahun 2018 mendatang, pembangunan ditergetkan secara bertahap. Mudah-mudahan dapat terbangun, makanya kita lebih fokus dulu membantu membersikan serta membangun drainasenya,”terang Camat Tukka terhadap media (ph/ss-tt).

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...