Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Komisi B DPRD Provsu Lakukan Kunker Ke Tebingtinggi

Komisi B DPRD Provsu Lakukan Kunker Ke Tebingtinggi

Tebingtinggi | suarasumut.com – Rombongan Komisi B tersebut dipimpin Muchrid Nasution, dan anggotanya Nizar (Nasdem), Zulfikar (PKS), Leonard (Golkar), Darwin Lubis (Hanura) dan beberapa anggota lainnya, ikut serta dalam rombongan mewakili eksekutif Dinas Tarukim, BWS Sumut dan PSDA Sumut.

Kunjungan kerja dimaksudkan ingin mengetahui penggunaan dana APBD 2015 yang diterima Pemerintah Kota Tebingtinggi dari APBD Provsu. apakah programnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan sudah menyentuh masyarakat.

Walikota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan dalam sambutannya, program yang berasal dari Provsu belum diketahuinya karena tidak adanya laporan dari bawahanya, dan bidang infrastruktur kondisi jalan lintas yang ditangani Provsu masih sangat memprihatinkan.

Kondisi jalan nasional itu berada di Tebingtinggi diantaranya Jl.Yos Sudarso, Jl.Imam Bonjol dan Jl.Sukarno Hatta, kondisinya disana-sini masih kupak kapik.

Dijelaskan Walikota, beberapa kondisi pembangunan di Tebingtinggi diantaranya sumber daya air adanya pembangunan bendungan bergerak Bajayu yang bersumber dana dari APBN dikerjakan Kementrian PU-Pera, yang akan mampu mengairi 7000 Ha persawahan pada Kabupaten Sergai, sekaligus menanggulangi bencana banjir Tebingtinggi dan kini sudah berjalan 40 persen.

“Selain itu Pemerintah Kota Tebingtinggi bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dalam peremajaan Sei-Bahilang dan sedang melakukan pengkajian untuk revatilisasi guna pengendalian banjir di Kota Tebingtinggi,”ujarnya.

Program lainnya perumahan untuk masyarakat miskin, Pemko mendirikan Rusunawa sebanyak 384 unit diperuntukan warga kurang mampu dan belum memiliki rumah.

“Pemko Tebingtinggi juga memperluas jangkauan air minum, pengentasan kawasan kumuh ditargetkan akan selesai pada tahun 2017, dan tentunya ini tidak hanya dapat diselesaikan hingga tuntas oleh Pemko Tebingtinggi, kami memerlukan bantuan dan berharap dari Pemerintah Provsu,”harap Walikota dalam sambutannya.

Dijelaskan Walikota dalam tahun 2015 Pemerintah Provsu memberikan bantuan Rp.30 Milyar dan yang terserap Rp.24,366 Milyar dan untuk tahun 2016 Pemko Tebingtinggi bantuan Rp.11 milyar dan ini sebenarnya hanya membayar kekurangan hutang.

Dalam kesempatan tersebut Walikota mengusulkan bantuan Jalan menuju Kecamatan Sipis-pis Kabupaten Sergai menuju Jalan Letda Sujono diputus oleh pihak Provinsi seolah-olah ini bukan jalan Provinsi lagi.

Disampaikan pula Jalan Gunung Lauser yang masuk jalan nasional tidak pernah diperdulikan provinsi dan tidak pernah dirawat, dan dengan terpaksa Pemko Tebingtinggi yang melakukan perawatan dengan menggunakan dana APBD Kota Tebingtinggi.

Digambarkan Umar Zunaidi, Tebingtinggi kedepannya akan menjadi kota hinterlannya Kota Medan, dengan posisi yang strategis diperhitungkan akan ada lonjakan pertumbuhan ekonomi dan ini memerlukan konsentrasi penuh kebutuhan orang yang datang ke Tebingtinggi.

Disektor Pertanian, dijelaskan Umar Zunaidi Tebingtinggi melakukan pertanian Urban Farming, Hidroponik dan perkembangan kampung organik untuk sayur mayur, dan lahan pertanian ada 350 Ha yang dalam program menjalani 3 kali panen dalam setahun.

Untuk mendukung program ini Pemerintah Kota mengambil kebijakan dengan menggratiskan lahan pertanian dari PBB dan tidak diperkenankan untuk melakukan alih fungsi lahan.

Ketua Komisi B, Muchrid mengatakan, ada beberapa anggaran dari APBN untuk jalan yang tidak diketahui oleh pihak Pemko Tebingtinggi untuk tahun 2016.

Untuk BWS Sumut, lanjutan proyek Bajayu dalam hal pembebasan lahan. Dari PSDA dari Dinas Provinsi untuk penanggulan banjir untuk Sei Bahilang dengan memperkuat sungai. Dinas Tarukim Provinsi Utara tahun 2106 yaitu pembangunan drainase, pembangunan kawasan kumuh di pemukiman padat penduduk.(ag/ss-tt)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...