Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Ketua DPRD Dituding Lakukan Fitnah Dan Pecah Belah Petani Di Desa Wonosari Panai Hilir

Ketua DPRD Dituding Lakukan Fitnah Dan Pecah Belah Petani Di Desa Wonosari Panai Hilir

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu, Dahlan Bukhari (poto), dituding memperalat dan memecah belah warga untuk menguasai lahan pertanian di Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir. Tudingan itu disampaikan masyarakat yang diwakili Sanjai Siregar kepada awak media melalui sambungan telepon selular, Minggu (17/7).

Dikatakan Sanjai, pada Rabu (13/7) lalu oknum Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Dahlan Bukhari, datang ke Desa Wonosari untuk melaksanakan kegiatan menyaru atau menjamu lahan di areal Koperasi Serba Usaha (KSU) Amelia bersama warga setempat yang merupakan para petani dengan menyembelih tiga ekor kambing.

Acara menyaru lahan itu lazim dilaksanakan warga setempat sebagai tanda akan dimulainya kegiatan turun ke sawah untuk bercocok tanam atau membuka kebun. Didepan warga saat itu, dalam sambutannya, Dahlan Bukhari mengatakan beberapa warga Desa Wonosari seperti Sanjai Siregar Cs tidak lagi ikut berjuang bersama petani melawan penguasa KSU Amelia yang sejak tahun 2005 lalu telah merampas lahan pertanian warga di desa itu.

Secara terang terangan Dahlan Bukhari menuding Sanjai Siregar Cs telah berada dipihak penguasa KSU Amelia. “Saudara Sanjai Siregar saat ini tidak lagi berpihak kepada petani, tetapi sudah berpihak kepada KSU Amelia,” kata Dahlan saat itu.

Lebih menarik lagi, sesaat selesai acara menyaru lahan, oknum Ketua DPRD Labuhanbatu itu membagikan amplop berisi uang kepada sejumlah warga yang hadir dalam acara tersebut. Pemberian amplop berisi uang tersebut menjadi tanda tanya, apakah sebagai uang tutup mulut atau sebagai bentuk pemberian THR bagi warga petani yang menerima kehadiran Dahlan Bukhari ditengah tengah mereka.

Tudingan yang dilontarkan politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu dianggap Sanjai Siregar sebagai fitnah yang kejam dan tidak berdasar, malah Dahlan Bukhari sebagai seorang Ketua DPRD dinilai tidak professional dalam menyampaikan pernyataan di hadapan warga.

Dikatakan Sanjai, warga Desa Wonosari tahu betul kalau dirinya merupakan salah seorang yang berjuang terus-menerus menentang keberadaan KSU Amelia yang telah merampas lahan pertanian warga sejak tahun 2015 lalu. Dikatakan Sanjai, kuat dugaan, upaya Dahlan Bukhari mengadu domba dan memecah belah warga bertujuan untuk memuluskan niat dan rencananya ingin menguasai lahan pertanian warga menjadi milik pribadi.

Sementara itu, secara terpisah, H Sarifuddin Tandjung yang merupakan mantan anggota DPRD Labuhanbatu periode yang lalu, menilai kehadiran Dahlan Bukhari di tengah-tengah warga petani di Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir, tak ubahnya bagaikan “pahlawan kesiangan”.

Masalahnya kata Sarifuddin Tandjung, Dahlan Bukhari diketahui sejak awal tidak pernah terdengar namanya dalam membantu masyarakat melakukan perlawanan kepada KSU Amelia. “Dimana Dahlan Bukhari saat petani berjuang? sebagai anggota DPRD tiga periode, apa yang telah dilakukannya dalam membantu perjuangan petani selama ini, ketika masyarakat Desa Wonosari datang ke gedung legidlatif di Rantauprapat, apakah Dahlan Bukhari tampil membela warga? Mana suara lantangnya untuk membela masyarakat?. Koq sekarang tiba-tiba tampil bagaikan seorang pahlawan, ada apa?,” kata Sarifuddin Tandjung.

Sarifuddin alias Ucok Tandjung yang sejak awal tahun 2015 lalu turut berjuang bersama warga Desa Wonosari dan kediamannya di Rantauprapat sering dijadikan tempat berkumpul warga bila berurusan ke instansi instansi terkait menyangkut lahan pertanian tersebut, juga mendesak agar Sanjai Siregar Cs yang telah difitnah oleh Dahlan Bukhari untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke pihak berwenang.

Kepada masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu, Sarifuddin Tandjung berharap jangan sampai terpecah belah oleh fitnah yang dilontarkan oknum Ketua DPRD Labuhanbatu. “Warga harus hati hati terhadap kedatangan Dahlan Bukhari. Bukan tidak mungkin oknum Ketua DPRD Labuhanbatu itu berniat ingin menguasai lahan pertanian tersebut untuk kepentingan pribadinya,” kata Sarifuddin Tandjung.

Ditambahkannya, dirinya cukup mengenal siapa Dahlan Bukhari, sebab pernah satu periode bersama sama di duduk sebagai wakil rakyat di gedung legislatif di Rantauprapat. “Saya kenal Dahlan Bukhari dan tahu betul siapa dia, kami pernah sama di gedung dewan itu,” kata Sarifuddin Tandjung.

Sementara itu, Ketua DPRD Labuhanbatu, Dahlan Bukhari, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut di ruang kerjanya di Rantauprapat, Senin (18/7), mengatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh Sanjai Siregar Cs dan Sarifuddin Tandjung terhadap dirinya itu tidak benar. “Dalam hal ini, saya tidak ada memfitnah siapa pun dan saya tidak ada membagi-bagikan amplop berisi uang kepada warga yang hadir di lokasi menyaru lahan tersebut. Semua itu tidak benar,” kata Dahlan Bukhari. (ab/ss-rp)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.