Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Kesal, 3 Unit Kapal Pukat Trowl Dibakar Para Nelayan

Kesal, 3 Unit Kapal Pukat Trowl Dibakar Para Nelayan

Kualuhleidong | suarasumut.com  –  Nelayan di Desa Simandulang Kecamatan Kualuhleidong Kabupaten Labuhanbatu Utara melakukan aksi pembakaran Kapal Pukat Trwol, tiga Kapal Pukat Trawl atau yang lebih dikenal dengan Pukat Harimau yang berada di perairan Selat Malaka Tanjungleidong.  Aksi ini akibat kemarahan massa nelayan pada Minggu pagi (9/10).

Penjelasan salah satu saksi mata yang bernitial J Hasibuan ketika dihubungi wartawan suarasumut.com mengatakan, aksi pembakaran yang dilakukan bermula dari saat nelayan tradisional mengetahui adanya satu unit Kapal asal Tanjungleidong dan dua unit Kapal asal Seiberombang (Labuhanbatu) diperairan perbatasan Kabupaten tersebut melakukan penangkapan dipinggir pantai yang merupakan perairan Desa Simandulang .

“Melihat Kapal Pukat Trowl tersebut melakukan penangkapan diperairan Desa Simandulang membuat para nelayan tradisional merasa kesal karena kapal tersebut beroperasi mengunakan Pukat Trowl dan Pukat Tarik. Massa yang berjumlah ratusan langsung mengejar dan saya lihat dapat 3 unit kapal gandengnya serta tidak menunggu lama api sudah menyala membakar 3 unit Kapal,” ucap J Hasibuan.

Sambungnya, melihat aksi yang dilakukan massa, sejumlah satuan petugas kepolisian dan Pol Air melakukan tindakan pengejaran, dan sempat terjadi kejar kejaran antara petugas dengan massa. Dan petugas kepolisian juga mengeluarkan tembakan peringatan saat ratusan nelayan sedang pembakaran tiga kapal pukat trawl dan asap pekat hitam telah membumbung tinggi.

Kades Simandulang Sangkot, saat dihubungi wartawan suarasumut.com, membenarkan perihal kejadian pembakaran Kapal Pukat Trowl oleh masyarakatnya. “Ia bang itu semua warga saya, ada juga anak dibawah umur masih duduk dibangku sekolah, akan tetapi saya yakin kejadian ini bukan ada perencanaan. Hanya spontanitas massa akibat sudah gerah untuk memberikan himbauan dan peringatan kepada pengusaha pemilik Kapal Pukat Trowl dan Pukat Tarik agar tidak melakukan penangkapan di pinggir pantai,”terang Kades.

“Sekarang ini saya berada di kantor Polres Labuhanbatu  memediasi 40 warga saya yang ditahan untuk bisa dilepaskan. Dan menyelesaikan pemasalahan ini agar tidak berkembang, juga kita mau agar kita dapat hidup rukun di Desa Simandulang,”ucap Sangkot sambil mengakhiri penjelasannya. (hs/ss-lu)

Kata kunci terkait:
pembakaran kapal di tanjung leidong, foto pukattrowl

Lihat Juga

Bupati Taput Resmikan Listrik Tenaga Turbin Di Desa Lobusihim Kecamatan Simangumban

Taput | suarasumut.com  –  Usai sambut Kunjungan Presiden RI Joko Widodo, pada malam harinya Bupati ...