Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kerugian Nihil, Majelis Hakim Yakini Mahasiswi Ini Melakukan Pemerasan

Kerugian Nihil, Majelis Hakim Yakini Mahasiswi Ini Melakukan Pemerasan

Rantauprapat, suarasumut.com – Sekalipun kerugian korban Fsrh (16) yang terungkap dipersidangan nihil, namun faktanya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat yang diketuai Arman Siregar meyakini Monalisa (19) melakukan pemerasan disertai dengan kekerasan. Dalam amar putusannya, Majelis Hakim, Arman Siregar, Mince Ginting, dan Jhonson Sirait memvonis Monalisa 8 bulan pidana penjara atau 10 bulan lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pantauan suarasumut.com, Rabu (13/5), komposisi Majelis Hakim, Arman Siregar, Mince Ginting, dan Jhonson Sirait dengan agenda sidang pembacaan putusan dipenuhi oleh pengunjung yang didominasi oleh mahasiswa. Hal berbeda tejadi dikala kompisi Majelis Hakim, Jhonson Sirait, Mince Ginting, dan Ibal dalam agenda keterangan saksi, pengunjung sidang didominasi oleh para terdakwa yang antri untuk disidang.

Usai membacakan putusan, Hakim Ketua, Arman Siregar mempersilahkan terdkawa Monalisa untuk mendiskusikan tanggapannya bersama pengacara prodeo Jeckson Nababan dihadapan JPU, Naharuddin dan Erna. Dari kedua belah pihak, baik terdkwa Monalisa melalui pengacaranya Jeckson Nababan maupun JPU, memberikan jawaban untuk memikirkan tanggapannya terhadap putusan tersebut. “Pikir-pikir Hakim Yang Mulia,” kata Jeckson Nababan

Walaupun Majelis Hakim telah memutus perkara terdakwa Monalisa kurang dari 1/2 dari tuntutan, namun JPU Naharuddin dan Erna masih mempertimbangkan untuk melakukan upaya banding. Hal tersebut dikatakan JPU Naharuddin saat Hakim Ketua, Arman Siregar menyampaikan pertanyaan kepada JPU untuk memikirkan tanggapannya terhadap putusan terdawa Monalisa yang dituntut 1 tahun 6 bulan. “Mikir-mikir Hakim Yang Mulia,” kata Naharuddin singkat.

Pada pemberitaan sebelumnya, kasus yang menjerat Monalisa bermula pada tanggal 24 Februari 2015 sekitar pukul 14.30 WIB di jalan Menara, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Saat itu, sepeda motor yang dikendarai Monalisa bersama Pspt (terdakwa dalam berkas terpisah) mogok karena kehabisan bensin.
Saat itu, Pspt dan Monalisa meminta uang Rp10 ribu kepada Fsrh yang sedang melintas di lokasi yang sama. Namun karena Fsrh mengaku tidak memiliki uang, Pspt mengambil handphone korban yang diletakan di bagasi depan (terbuka,red) sepeda motor milik korban.
Usai handphone dikuasai, Monalisa mengajukan kembali permintaan uang Rp10 ribu kepada korban untuk mengisi bensin sepeda motor yang dikendarinya bersama Pspt. Karena Fsrh tetap mengaku tidak punya uang, Monalisa memukul (tangan kosong,red) kepala korban yang saat itu masih menggunakan helm dikepalanya, dan handphone dikembalikan kepada korban.

Namun naas, sekitar pukul 15.30 WIB, dengan mengendarai sepeda motor, Fsrh yang ditemani ibunya mendatangi kembali Monalisa dan Pspt di TKP. Melihat gelagat buruk itu, Monalisa dan Pspt melarikan diri hingga akhirnya ditangkap di Simpang Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhabatu.

Tak berselang berapa lama, dengan mengendarai mobil Patroli, satuan Polri Resor Labuhanbatu tiba di lokasi penangkapan Monalisa dan Pspt dan membawanya ke Polres Labuhanbatu untuk diperiksa. Sesuai keterangan terdakwa Monalisa dan Ibunya, Megawati br Sitorus, serta tidak dibantah Kasipidum, Alan Baskara, barang bukti handphone diserahkan korban kepada anggota Polri di Resor Labuhanbatu. “Handphone yang dituduh kami curi, korban sendiri yang menyerahkan kepada polisinya,” kata Monalisa beberapa waktu lalu di ruang sel PN Rantauprapat

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erna yang dikonfirmasi di kantor Kejaksaan Negeri Rantauprapat menyebutkan, dalam perkara yang menjerat Monalisa, mereka hanya memiliki 1 barang bukti, yakni handphone milik korban Fsrh. Bahkan Erna secara tegas menerangkan, visum et revertum tidak ada. “Hanya handphone,” jawab Erna dengan tegas. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...