Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Kerugian Akibat Kebakaran Di Gunungsitoli Capai Rp 1,5 Milliar

Kerugian Akibat Kebakaran Di Gunungsitoli Capai Rp 1,5 Milliar

Gunungsitoli, suarasumut.com — Ephorus BNKP Pdt. yang ditemui wartawan di lokasi kebakaran ruko milik BNKP, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Jumat (7/8), meminta korban untuk sabar dan tabah. Pihak BNKP akan melakukan rekontruksi dan rehabilitasi terhadap bangunan yang terbakar.

“Kita akan melakukan rehabilitasi dan rekontruksi terhadap bangunan yang terbakar. Selain itu, kita akan rapat dengan sinode untuk memikirkan bagaimana cara membantu para korban, terutama untuk sarapan dan makanan korban dahulu,” ujar Tuhoni kepada wartawan.

Tuhoni mengakui, ruko yang terbakar adalah milik BNKP, tetapi para korban yang rata rata adalah penyewa harus mereka bantu, karena mereka merupakan bagian dari BNKP. Ruko yang terbakar menruut dia ada 6 unit, dan 1 unit bangunan tempat pelatihan jahit menjahit milik BNKP.

Dia belum mendapat informasi tepat penyebab kebakaran, tetapi hanya mendengar informasi yang berkembang jika penyebab kebakaran ada 2 versi, yakni akibat kompor yang meledak dan arus pendek listrik.

Kerugian yang dialami BNKP atas kebakaran ruko mencapai ratusan juta, tetapi dari total keseluruhan dengan kerugian para penyewa yang memiliki gudang dan toko serta rumah makan, bisa mencapai milliaran rupiah. “Kerugian yang kita alami akibat kebakaran hanya 6 ruko dan 1 bangunan tempat pelatihan yang terbakar. Kita perkirakan kerugian perunitnya Rp 100 – Rp 120 juta. Kalau kerugian keseluruhan digabung dengan para penyewa, bisa mencapai milliaran rupiah,” terang Tuhoni.

Tidak lupa, Ephorus BNKP meminta para korban untuk sabar dan tabah, serta mengajak mereka untuk bersama sama dan bergandengan tangan membangun kembali. Dia juga akan memikirkan solusi ke depan untuk membangun kembali ruko yang terbakar dengan desain lebih baik.

Tindakan Pemadaman Sudah Maksimal

Disiggung mengenai penanganan pemadam kebakaran oleh BPBD Kota Gunungsitoli dan , Tuhoni mengaku jika kedua instansi tersbeut yang berada di dua daerah atau pemerintahan yang berbeda sudah maksimal melaksanakan tugas pemadaman.

“Kita akui, mereka masih memiliki keterbatasan armada dan peralatan, dan kita masih maklum akan hal tersebut. Mereka sudah maksimal melakukan pemadaman, dan kita berharap Pemko Gunungsitoli dan Pemkab Nias bisa menambah armada pemadam kebakaran ke depan,” tutur Tuhoni.

Di tempat yang sama, KBO Sat Reskrim Polres Nias Ipda Agustinus Zendrato yang ditemui wartawan di lokasi kebakaran, memberitahu jika asal api dari rumah Davrit Chaniago. Hasil interogasi sementara, Davrit sebelumnya mendengar suara garam yang terbakar, dan ketika mencari asal suara, dia melihat api sudah membakar plafon rumahnya yang terbuat dari kayu.

Atas kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, dan kerugian materi yang dialami para korban menurut KBO Sat reskrim Polres Nias bisa mencapai Rp 1,5 milliar. Ruko yang terbakar adalah milik BNKP yang disewa 1 unit oleh Davrit Chaniago alias Ayin, 2 ruko Tamatan Zendrato alias kedai , 2 unit ruko Sofie Martin, dan 1 gudang Ama Wilja.

Tindakan yang telah dilakukan Polisi, bersama sama memadamkan api, mengamankan TKP dengan memasang Police Line, mengamankan barang bukti dan menginterogasi para saksi.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.