Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kepala Dan Sekretaris Kantor Arsip Tak Dikantor, Konfirmasi Kegiatan Film Dokumenter Nyaris Bentrok

Kepala Dan Sekretaris Kantor Arsip Tak Dikantor, Konfirmasi Kegiatan Film Dokumenter Nyaris Bentrok

Rantauprapat, suarasumut.com  –  PNS di Kantor Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi Pemkab Labuhanbatu ricuh dan nyaris bentrok dengan wartawan hanya karena melayani konfirmasi tidak sesuai dengan etika. Pasalnya, para staf-staf yang berkumpul ria di ruang lobi menunjukan kesan mempermainkan wartawan yang ingin mengkonfirmasi Kepala dan Serkretaris Kantor Arsip terkait kegiatan pemutaran film documenter.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Selasa (24/3), dalam sepekan terakhir, Kantor Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi, Pemkab Labuhanbatu melaksanakan kegiatan pemutaran film documenter. Isu yang merebak, kegiatan itu disusupi oleh kepentingan politik petahana dr Tigor Panusunan yang akan maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) periode 2015-2020.

Ironisnya, dikala Kepala ataupun Sekretaris Kantor Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi ingin dikonfirmasi, para staf pegawai yang berkumpul ria di ruang lobi malah menanyakan materi yang ingin dikonfirmasi. Ironisnya, saat disebutkan materi konfirmasi terkait, dasar, sasaran, dan anggaran kegiatan, para staf kantor arsip itu malah saling buang badan. “Kalau itu gak bagian kami itu bang,” celoteh para staf yang tak memiliki bet nama.

Padahal, sejak awal memasuki ruangan kantor Arsip tersebut, para awak media sudah menanyakan pegawai yang berkompoten untuk dikonfirmasi dikala Kepala dan Sekretaris Kantor Arsip tidak berada ditempat. Mendapatkan pelayanan yang buruk itu, situasi konfirmasi tersebut didokumentasikan

Namun salahseorang staf malah menunjukan rasa ketidak senangannya dengan melontarkan pertanyaan tujuan dokumentasi. Disebutkan tujuan dokumentasi untuk bahan pemberitaan, staf tersebut malah semakin arogan dengan meminta agar mereka dihormati di kantor itu. “Kenapa difoto bang. Ini kantor bang, hormatilah kami,” kata staf pegawai kantor Arsip dengan nada keangkuhannya.

Tak pelak, kericuhan antara staf pegawai Kantor Arsip dan wartawan atas sikap yang tidak berpedoman dengan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan public itu nyaris bentrok. Bahkan, ruangan dan halaman kantor Arsip tersebut menjadi ramai dan dikerumuni manusia berpakaian warna coklat muda.

Dalam situasi kericuhan dan nyaris bentrok itu, salah seerang staf yang biasa dipanggil Kadek malah menyanyakan tanda pengenal kewartawanan awak media. Tentunya, sikap tersebut semakin menunjukan pelayanan public di Kantor Arsip tanpa SOP pelayanan public yang diamanahkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009. “Mana kartu tanda anggota wartawan kalian,” tanya Kadek.

Habibi, wartawan media cetak terbitan Medan yang juga melakukan peliputan di Kantor Arsip Perpustakaan dan Dokumentasi, sangat menyayangkan prilaku pegawai di lingkungan Pemkab Labuhanbatu itu. Menurutnya, hal tersebut tidak akan terjadi jika setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memiliki dan berpedoman dengan SOP pelayanan public.

“Seharusnya, dikala Kepala dan Sekretaris tidak berada ditempat, para pegawai mengarahkan pada pejabat yang berkompoten, bukan malah memberikan jawaban-jawaban secara tidak bertanggungjawab. Itu sama saja sudah melecehkan kinerja wartawan yang dilindungi oleh undang-undang,” kata Habibi singkat. (Ls)


Lamhot J Sitorus Pane

Lihat Juga

Sosialisasi Seleksi, Pembinaan Calon Anggota Polri, Polres Tapteng MoU Dengan Pemkab

Tapteng | suarasumut.com –  Melahirkan serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi generasi muda Tapanuli ...