Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Kepala Bapenda Ngeluh Soal PAD Labuhanbatu

Kepala Bapenda Ngeluh Soal PAD Labuhanbatu

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Labuhanbatu menilai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017 yang dibebankan ke badan yang dipimpinnya tidak rasional bila dibandingkan target di tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan H. Tomy Harahap, menjawab wartawan diruang kerjanya, Rabu (6/12/2017). “Kalau mengacu regulasi yang ada, penambahan besaran target PAD tidak sebesar itu, namun akan diupayakan mengingat masih ada waktu yang tersisa.

Walaupun Tomy tidak menyebutkan berapa besaran target yang dibebankan ke kantornya, namun diakuinya bahwa pihaknya sudah berupaya untuk mencapai target dimaksud.

Diakuinya, dirinya sebagai Kepala Bapenda gagalnya memperoleh target PAD, disebabkan beberapa kendala, diantaranya, pertama, karena sejumlah potensi pajak yang diback oknum tertentu, sehingga pihaknya kesulitan melakukan penekanan guna menarik pajak sesuai Perda. Seperti, pada Galian C.

“Ada oknum berpakaian seragam yang memback up, sehingga sulit bagi kita menarik pajak yang besarannya sesuai dengan di Perda, begitu juga dengan pajak rumah makan. “Kawan kawan kita juganya disitu,”sebut Tomy menjawab.

Disisi lain, Tomi menerangkan, untuk penarikan PBB pihaknya sudah melakukan peningkatan sebesar 2 Milyar lebih dari tahun sebelumnya, dan ini masih hitungan sampai bulan November 2017, mungkin bisa bertambah lagi,” ujar Tomy.

Sayangnya, Kaban Bapenda itu tidak menjelaskan berapa besaran PAD yang sudah didapatkan sampai awal Desember 2017 ini dan target yang dibebankan.

Ditempat terpisah, Kaban BPKD, Indra Sila diruang kerjanya menyebutkan, Jumat, (8/12/2017) penetapkan target PAD di tiap SKPD besarannya dari penelitian Team Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan rasio dari potensi dan validasi data tahun sebelumnya.

Berdasarkan hal itu, Pemkab kemudian membebankan kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) target pencapaian PAD tahun 2017 sebesar Rp 161 milyar.

” Kalau merasa beban PAD yang dibebankan terlalu besar, Kepala SKPD terkait dapat menolak dengan alasan tertentu pada saat rapat dibanggar. Kalau tidak dipertanyakan, berarti sudah setuju,”ucap Indra.

Dijelaskannya, dari sebelas potensi pajak yang berpotensi meningkatkan PAD di Bapenda diantaranya, pajak reklame, restoran, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, sarang burung walet, parkir, BPHTB (Bea perolehan Hak atas tanah dan bangunan). Pemkab Labuhanbatu menilai perolehan PAD terbesar dari PBBD dan PPJU dilihat dari perkembangan tingkat pertumbuhan ekonomi saat ini.

Disebutkannya, Bapenda tidak punya tindakan inovatif dalam menunjang peningkatan PAD, padahal saat ini pertumbuhan potensi sangat luar biasa, jangan hanya berpatokan dari potensi ditahun sebelumnya, kalau tujuannya ingin menambah peningkatan PAD, harus kerja keras dan mempunyai inovasi.

“Kalau target PAD tidak didapat, sebaiknya ada konsep penekanan kepada sejumlah potensi yang ada,”ucap Indra.

‘Disisi lain, sebaiknya ada upaya sosialisasi yang mereka ciptakan kepada wajib pajak serta pelaku usaha yang berkaitan dengan retribusi, juga dapat dengan cara memberikan reward kepada perangkat daerah setingkat Camat, Lurah dan sebagainya apabila mencapai target pengutipan pajak, saya kira itu langkah untuk meningkatkan PAD juga,” urainya.

“Bisa juga dengan cara mengancam pengusaha untuk penghitungan validitas usaha yang dilapangan, dan disesuaikan dengan persentase restribusi yang ditetapkan, tidak akan ada lagi pengusaha yang akan tidak ikut aturan apabila hal itu dilakukan, tapi nyatanya langkah itu tidak dilaksanakan,”paparnya.

Menurut Indra, kalau dari kesebelas potensi PAD itu saja digenjot, perolehan target diyakini diperoleh. Masalahnya, tergantung dari dinas terkait.(ab/ss-lb)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.