Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kepala Baketapang : Pangan Kehidupan Pokok Dunia

Kepala Baketapang : Pangan Kehidupan Pokok Dunia

Tebingtinggi | suarasumut.com  –  Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan di dunia dan pangan merupakan tanggung jawab pemerintah. Untuk itu pemerintah harus selalu mengontrol ketersedian, kesehatan serta keamanannya untuk dikonsumsi masyarakat.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (Baketapang) Provinsi Sumut, Suyono, pada peringatan Hari Pangan se Dunia ke-36 tahun 2016 di Kota Tebingtinggi, Kamis (11/8/2016) di Gedung Balai Kartini.

Acara peringatan Hari Pangan sedunia dibuka secara resmi oleh Sekdakot Tebingtinggi, Johan Samose Harahap, dengan mengusung tema ‘Membangun kedaulatan pangan berkelanjutan mengantisipasi perubahan iklim’.

Suyono mengatakan, bahwa Tebingtinggi dan Medan adalah kota yang lebih dulu mengadakan lomba menu makanan berimbang, bergizi, bermutu dan aman (B2SA) dan ini hal yang baik dilakukan terutama untuk kesehatan.

Suyono mengajak semua untuk tidak menjadikan beras satu-satunya menu utama tapi masih banyak lagi yang bisa dijadikan sebagai pengganti beras yang memiliki sumber karbohidrat lebih sehat dan bergizi.

“Sumut merupakan daerah rawan bencana, karena itu mari kita bersama memanfaatkan potensi yang ada dengan sebaik-baiknya,” terang Suyono.

Johan Samose Harahap dalam sambutannya menyampaikan, bahwa thema peringatan mengandung makna bahwa perubahan iklim harus diantisipasi dengan penyesuaian sistem pembangunan ketahanan pangan dan pemanfaatan alat teknologi pertanian serta diverisifikasi pangan yang harus dikembangkan untuk menopang kedaulatan pangan.

“Daulat pangan tidak hanya dari beras atau nasi, namun juga dari sumber karbohidrat lainnya yang khas nusantara,” sebut Johan Samose.

Dia menuturkan, peringatan Hari Pangan se Dunia ini merupakan wujud apresiasi dan penghargaan kepada para petani dan pengelola pangan yang telah bekerja keras menyediakan pangan bagi masyarakat Tebingtinggi, serta menghasilkan barbagai komoditas produk pertanian.

“Peringatan ini juga dimaknai sebagai momentum untuk mawas diri semua insan pertanian dan pengelola pangan agar intropeksi terhadap semua kekurangan dan kesalahan, serta mengupayakan perbaikan dan peningkatan di masa mendatang,”paparnya.

Johan mengajak seluruh komponen pertanian dan pengelola pangan agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras meningkatkan produksi pangan dan penganekaragaman menu pangan B2SA karena semua mempengaruhi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Acara dirangkai dengan pemberian hadiah lomba cipta menu B2SA keluar sebagai juara I Kecamatan Padang Hilir, disusul Kecamatan Rambutan dan Kecamatan Tebingtinggi Kota, juara harapan I Kecamatan Padang Hulu dan harapan II Kecamatan Bajenis.(ag/ss-tt)

Lihat Juga

Bupati Taput Resmikan Listrik Tenaga Turbin Di Desa Lobusihim Kecamatan Simangumban

Taput | suarasumut.com  –  Usai sambut Kunjungan Presiden RI Joko Widodo, pada malam harinya Bupati ...