Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kembali, PN Rantauprapat ‘Ricuh’ Jaksa & Hakim Dituding Bersekongkol

Kembali, PN Rantauprapat ‘Ricuh’ Jaksa & Hakim Dituding Bersekongkol

Rantauprapat, suarasumut.com – BELUM habis dipikiran masyarakat soal oknum jaksa nakal yakni Naharruddin Rambe,SH yang diduga meminta uang pada keluarga terdakwa untuk memperingan tuntutan terdakwa hingga berujung ricuh, kini kembali, Pengadilan Negeri Rantauprapat, Kamis (29/1) sekira Pukul 15.14 wib ricuh kembali akibat ulah oknum Jaksa dan Hakim yang diduga bersekongkol atas tuntutan dan vonis yang diberikan pada terdakwa.

Sebab, Nurhida selaku korban menilai atas ponis yang dibacakan Ketua Majelis, Anita Silitonga diduga sudah ada main pada oknum terdakwa dan JPU. Anehnya lagi, meski sudah dimohonkan pada JPU secara lisan agar kasus tersebut untuk dilakukan proses banding, dengan gagahnya JPU Susi Sihombing,SH menerima putusan majelis tanpa harus pikir-pikir dalam sidang perkara tersebut.

“Apanya sekarang oknum jaksa itu, diterimanya pula vonis yang diberikan majelis tanpa adanya kordinasi dengan korban meski sudah dimohonkan banding, yang tak dipikirkannya lah uang kami banyak ditipu istri dari mantan anggota DPRD Labusel itu, kau pikirkannya jaksa payah cari duit jangan seenak hatimu saja,”teriak Nurhida sembari dibantu beberapa rekannya yang ditipu Nurhayani Hasibuan di PN Rantauprapat.

Menurutnya, jika tidak adanya lobi-lobi pada Hakim dan jaksa diyakininya proses tuntutan dan ponis tidak akan begitu rendahnya.”Apa pula tak ringan vonis dan tuntutannya, dimuka kami lah dibilangnya itu hari tu, tak mungkin aku ditangkap atau dihukum berat, karena jaksa polisi dan hakim kawan suamikunya itu semua,”tutur Nurhida minirukan ucapan Nurhayani Hasibuan.

Sementara Kajari Rantauprapat Hermon Dekristo melalui Kasi Intel A.Frianto Naibaho dikonfirmasi suarasumut.com mengatakan atas putusan yang diberikan Majelis Hakim dari tuntutan jaksa setengah dari tuntutan maka jaksa banding.

Sebelumnya, Nurhayani Hasibuan (59) warga Jalan Belibis Kelurahan Bakaranbatu Kecamatan Rantau Selatan , Kabupaten Labuhanbatu, dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Susi Sihombing SH, dalam sidang kasus penipuan dan penggelapan dengan modus calo PNS. Istri mantan Anggota DPRD Kabupaten Labusel periode 2009-2014 itu, telah ditahan sejak 28 Agustus 2014.

JPU Susi Sihombing SH membacakan tuntutan, Senin (26/1), dimana saksi korban Hj Nurhidayati Harahap mengaku terdakwa melakukan penggelapan uang sejak Rabu 30 Maret 2011 sekira pukul 14.00 WIB di Jalan Pelita III Kelurahan Siringoringo, Kecamatan Rantau Utara.

Saksi sebelumnya disuruh terdakwa untuk mencari orang yang berminat jadi CPNS di Labusel dengan syarat harus membayar uang pelicin. Setelah mendapatkan orang dan yang mau membayar, saksi menyerahkan uang panjar sebesar Rp30 juta untuk biaya meluluskan tamatan SMA dengan catatan jika lulus harus membayar Rp50 juta lagi. Sedangkan untuk tamatan sarjana saksi menyerahkan uang panjar Rp40 juta, dengan catatan setelah dinyatakan lulus harus membayar Rp55 juta.

Selain itu, terdakwa juga meminta kepada saksi agar mencarikan orang untuk masuk bidan PTT dengan biaya masuk Rp25 juta, panjar Rp10 juta. Selanjutnya, beberapa bulan kemudian, saksi kembali memberikan sejumlah uang . Sehingga total uang yang telah diberikan kepada terdakwa terkumpul Rp140 juta. Namun, pada oktober 2011, tidak ada penerimaan CPNS di Pemkab Labusel.

Menurut JPU, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan pertama pasal 372 KUH Pidana.

“Karena semua unsur dalam dakwaan penuntut umum melanggar pasal 372 KUH Pidana berhubungan, saling bersesuaian dan saling melengkapi maka kiranya terdakwa telah cukup bukti menurut hukum untuk dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan sebagaimana dakwaan penuntut umum,” kata Susi di hadapan majelis hakim dan terdakwa.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu Diikuti 430 Riders Roda 2 Dan 70 Off Roader

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Event bergengsi “Ika Bina En Pabolo Adventure 1 Labuhanbatu” yang dilaksanakan ...