Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kejari Sibolga Tetapkan 3 Tersangka Awal Atas Kasus Pembangunan Kantor Bappeda Tapteng
et gbr: Kajari Sibolga Timbul Pasaribu SH didampingi Kasi Pidsus R Dayan Pasaribu SH dan Kasi Peralatan dan Barang bukti Riachad Sihombing SH Saat memberikan Keterangan Pers di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga
et gbr: Kajari Sibolga Timbul Pasaribu SH didampingi Kasi Pidsus R Dayan Pasaribu SH dan Kasi Peralatan dan Barang bukti Riachad Sihombing SH Saat memberikan Keterangan Pers di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga

Kejari Sibolga Tetapkan 3 Tersangka Awal Atas Kasus Pembangunan Kantor Bappeda Tapteng

SIBOLGA | suarasumut.com – Terkait kasus pembangunan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Tapteng TA 2015 yang lalu, Kejaksaan Negeri Sibolga akhirnya tetapkan 3 nama tersangka awal yang paling bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga Timbul Pasaribu SH didampingi Kasi Pidsus R Dayan Pasaribu SH dan Kasi Peralatan dan Barang bukti Riachad Sihombing SH dalam Siaran Pers di Aula kantor Kejaksaan Negeri Sibolga jalan Dr. Sutomo No. 11 Kelurahan Simare-mare Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga. Selasa (24/4/2018).

“Pada hari ini ada progres yang akan kami sampaikan, mungkin sudah lama rekan-rekan insan pers mendengar pihak Kejaksaan Sibolga melakukan kegiatan penyelidikan terkait masalah pembangunan Gedung Kantor Bappeda Kab.Tapteng Ta.2015, dengan sumber Dana Dak Sebesar Rp 4.232.27.380. – ditemukan adanya indikasi kuat penyimpangan korupsi,”papar Kajari Timbul Pasaribu.

Lebih lanjut Kajari menjelaskan, setelah menjalani proses, mulai dari penyelidikan Intel, penyelidikan pada Tindak Pidana Khusus. “Ada indikasi dugaan korupsi pada pembangunan kantor Bappeda, dan sebenarnya ini merupakan temuan kita dilapangan, dan kami mengucapkan terimakasih kepada mitra kami para insan pers yang telah mendukung dengan memberikan data-data terkait pembangunan kantor Bappeda,”jelasnya.

“Dari keputusan penyelidikan yang sudah kita lakukan sejak Tahun 2017, tetapi secara intensif kami melakukan kegiatan ini sejak adanya surat Perintah Penyidikan terbaru, setelah Kasi Pidsus melaksanakan Surat Perintah penyelidikan, No.01:13.FD.1.03.2018, tertanggal 23 Maret, karena diawal kita sudah membuat surat perintah secara umum, tujuan dari pada Penyelidikan sebagaimana yang disebutkan pada KUHAP, untuk menggali siapa-siapa saja yang menjadi tersangkanya, dan apa-apa saja yang menjadi barang buktinya, ini adalah tugas penyidikan, dan pada hari ini kami akan menjawab tugas tersebut,”beber Timbul Pasaribu.

Sekitar bulan September Tahun 2015 yang lalu ditentukan PT.Cipta Nusantara sebagai pemenang tender pengerjaan pembangunan kantor Bappeda Tapteng, diakhir tahun 2015 tidak selesai, maka sempat diperpanjang pengerjaannya, dan baru berdasarkan hasil penyelidikan dari TIM Kejaksaan, kami menyimpulkan cukup kuat indikasi aroma Tindak Pidana Korupsi dalam pembangunan gedung Bappeda tersebut, kami melihat adanya penyimpangan dan bukti yang tidak dapat dibantah adalah kondisi dari situasi bangunannya, saudara-saudara dari insan pers tentu sudah mengetahuinya,”tambahnya.

“Kami tidak percaya, maka kami meminta Ahli, pertama dari USU, untuk melihat kondisi dan situasi bangunannya, tujuan kami meminta TIM Ahli adalah untuk nanti apabila perkara ini kami bawa kepersidangan kami memiliki cukup alat bukti,”ujar Timbul.

“Yang pasti saksi-saksi, kami cukup banyak untuk memeriksa pihak terkait dari awal, baik dari perencanaanya, pelelangannya, penentuan pemenang, serta siapa-siapa pihak yang terkait dalam kelancaran pembangunan sudah kami periksa, cukup banyak saksi ada 30 orang lebih saksi,”timpalnya lagi.

“Kami sudah sangat yakin untuk membawa perkara ini ke persidangan, pada kesempatan ini kami menyampaikan penetapan tiga (3) orang tersangka yang paling bertanggung jawab, untuk tersangka awal berdasarkan materi dan alat bukti tiga yang sudah kami sepakati, setelah kami melakukan ekspos, kami dalami, kami menetapkan tiga tersangka dalam pembangunan kantor Bappeda,”tukas Timbul kembali.

“Kami tetapkan 3 tersangka awal yang paling bertanggung jawab berdasarkan materi alat bukti, yakni inisial BS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), inisial BH selaku Direktur PT Citra Nusantara penyedia barang dan jasa, dan inisial HM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus pengguna anggaran, dengan nomor.65 N :13.FD.04.2018 yang diterbitkan tanggal 23 april 2018,” cetusnya.

“Saya mohon dukungan dari teman-teman untuk dapat memberi Support kepada kami dalam penyelesaian perkara ini, kegiatan-kegiatan kedepan agak berat hari ini, mungkin sampai besok, kami akan melakukan penggeledahan dan penyitaan serta langkah hukum lainnya yang tujuannya untuk memberikan dorongan dalam mempercepat penyelesaian perkara ini, kami tidak main-main, saya berharap apa yang kami lakukan dapat berdampak positif,” pungkasnya. (ip/ss-tt)

 

Lihat Juga

Ket. Photo: Partai Nasdem Toba Samosir Jubel Tambunan didampingi Tonny Simanjuntak, Jojor Napitupulu dan rombongan 40 orang pengurus memasuki kantor KPU untuk mengajukan pendaftaran bacaleg, (maria)

KPU Tobasa Terima Pendaftar Pertama Partai Nasdem

Balige | suarasumut.com  –  Komisi Pemilihan Umum(KPU)Toba Samosir(Tobasa) terima pendaftar pertama calon legislatif dari Partai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *