Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kejari Masih Tunggu Audit BPKP Sumut Untuk Tangkap Tersangka Sekwan Labura

Kejari Masih Tunggu Audit BPKP Sumut Untuk Tangkap Tersangka Sekwan Labura

Rantauprapat, suarasumut.com  –   Terhitung telah delapan bulan, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) AP telah menyandang status tersangka kasus korupsi perjalanan Dinas tahun senilai Rp1,1 milar.

Ia ditetapkan menjadi tersangka awal bulan januari 2015, hingga kini AP belum juga ditahan oleh .

“Statusnya masih tersangka mas, kita masih menunggu hasil audit BPKP,” kata Kasi Intel Kejari Rantauprapat Erfan Efendi YA ketika ditanya perkembangan kasus korupsi perjalanan dinas di , Selasa (25/8).

Menurutnya, lamanya penahanan AP dalam kasus tersebut dikarenakan banyaknya item yang harus dihitung oleh BPKP Provinsi.

“Banyak Item-item yang harus dihitung. Soalnya anggaran perjalanan dinas. Jadi, kita harus bersabar menunggu audit BPKP Provinsi agar kita tidak salah melangkah,” terangnya.

Meski Begitu, Erfan berjanji pihaknya akan terus melakukan upaya percepatan penanganan kasus korupsi perjalanan dinas tersebut.

“Rekan-rekan harus bersabar, kalau sudah waktunya pasti kita beritahukan. Yang jelas kita Kejari Rantauprapat komit memberantas kasus korupsi ini,”tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Rantauprapat telah menetapkan Sekretaris DPRD Labura, AP sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi perjalanan Dinas tahun 2013 senilai Rp1,1 milar sejak tanggal 13 Januari 2015.

Penetepan AP sebagai tersangka dalam kasus tersebut lantaran banyaknya temuan dalam anggaran perjalanan dinas tahun 2013 senilai Rp1,1 miliar. Sejumlah anggota DPRD periode tahun 2009-2014 turut dipanggil dan diperiksa sebagai saksi.

2014 yang lalu kita lakukan penyelidikan terkait anggaran perjalanan dinas itu. Setelah kita telusuri dan kita mintai keterangan dari sejumlah saksi ternyata banyak temuan mengarah kepada Sekwan itu.

Atas dasar itu, maka statusnya kita naikkan dari saksi menjadi tersangka,”kata kasi Intel Kejari Rantauprapat AP Frianto Naibaho 13 januari 2015 yang lalu.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.