Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kejari Labuhanbatu Naikan Kasus Proyek Lampu Jalan Ke Penyelidikan

Kejari Labuhanbatu Naikan Kasus Proyek Lampu Jalan Ke Penyelidikan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu meningkatkan status penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2013-2015 sebesar Rp 8,7 miliar ke penyidikan.

“Ya, sudah ditingkatkan ke penyidikan,” kata Kajari Labuhanbatu Setyo Pranoto SH melalui Kasi Pidsus Muhammad Husairi SH menjawab konfirmasi wartawan, Selasa (28/11/2017) malam, di Kantor Kejari, Jln SM Raja, Rantauprapat.

Husairi mengakui, pihaknya telah memanggil pihak-pihak terkait dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk dimintai keterangan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi LPJU itu.

Termasuk pihak PLN dimintai keterangan untuk perbandingan harga bahan, seperti biaya pengadaan tiang, travo, kabel, bola lampu dan biaya pemasangan.

Dia juga mengakui pihaknya telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan mark-up anggaran pada proyek ini. Namun Kasi Pidsus belum bersedia membeberkan siapa saja tersangkanya.

“Sudah ada tersangka, tapi kami belum bisa meyebut siapa-siapa tersangkanya,” katanya.

Informasi dihimpun, proyek pemasangan jaringan lampu penerangan jalan umum ini ada 8 kontrak pada 8 titik sejak 2013 hingga 2015 dengan total anggaran Rp8,7 miliar.

Tahun 2013 ada 5 titik atau 5 paket proyek, misalnya pemasangan jaringan LPJU di Jalan H Adam Malik senilai Rp3,9 milyar, di Lingkungan VII Seiberombang Kecamatan Panai Hilir senilai Rp990,9 juta, di Aeknabara Bilah Hulu senilai Rp609 juta, di Jalan Dewi Sartika-Perumahan Urungkompas senilai Rp323 juta, di Jalan Sirandorung-Pasar Gelugur senilai Rp662,5 juta.

Kemudian, tahun 2014 hanya 1 paket pemasangan jaringan LPJU di Jalan Urip Sumodiharjo dan Jalan KH Ahmad Dahlan senilai Rp638,8 juta.

Tahun 2015 ada 2 paket, yakni pemasangan jaringan LPJU di jalan umum Telagasuka Kecamatan Panai Hilir senilai Rp856,5 juta, dan di jalan umum Desa Seisanggul dan Dusun 7 Desa Sidorukun Kecamatan Panai Hilir senilai Rp734,3 juta.

Terkait dugaan korupsi tersebut, pihak Pidsus masih memeriksa pihak-pihak terkait di lantai II kantor Kejari tersebut.

“Kami masih memeriksa,” jawab seorang anggota tim Pidsus ketika ditanya terkait pemeriksaan terhadap pihak ULP masa 2013-2015.

Pemeriksaan serius dilakukan tim Pidsus itu sejak pekan lalu. Namun pihak kejaksaan ini belum bersedia membeberkan siapa tersangka terkait kasus dugaan korupsi itu dan belum dilakukan penahanan.(ab/ss-lb)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...