Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kejari Kesulitan Hitung Kerugian Negara, Tersangka Sekwan Labura & Alkes Jarang Masuk Kantor

Kejari Kesulitan Hitung Kerugian Negara, Tersangka Sekwan Labura & Alkes Jarang Masuk Kantor

Rantauprapat, suarasumut.com – Belum ditahannya tersangka atas kasus perjalanan dinas Sektaris Dewan
(Sekwan) Labuhanbatu Utara berinisial APL dan tersangka Alat Kesehatan hingga sampai saat ini, ternyata pihak Kejaksaan Negeri Rantauprapat kesulitan untuk menghitung kerugian negara. Selain kesulitan itu yang dialami, pihak Kejaksaan juga mengaku belum menerima secara hitungan kerugian yang dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan Propinsi (BPKB) Sumatera Utara (SUMUT).

“Belum tahu jelas berapa kerugian negara. Jadi tersangka yang dimaksud belum bisa ditahan, kalau sudah jelas kerugiannya berapa itu pasti kita tahan,”kata Kejari Rantauprapat melalui Kasi Intel Erpan Ependi, Rabu (4/8) saat dikonfirmasi diruang kerjanya.

Disinggung, atas tersangka pengadaan kapal tahun 2011, OG dan EM ditahan meski belum ada keterangan resmi kerugian negara dari BPKP Sumut, Erfan mengatakan, atas kasus tersebut tingkat penghitugan kerugian sungguh sangat ringan.

“Mas, kalau kasus itu tingkat penghitugannya gampang,jadi ngak perlu tunggu dari BPKP. Sedikit dapat bocoran saja dari BPKP atas kerugian negara lalu kita hitung sendiri, kita sudah bisa nahan mereka,karena gampang sekali. Tapi kalau soal kasus Labura itu masih sulit,”sebut Erfan.

Dalam tingkat kasus yang kini ditangani kejari tidak semua sama mudahnya dalam penghitugan atas kerugian negara.”Ada yang hitungnya murah. Ada juga yang susah. Jadi tinggal tunggu dari BPKP lah baru mereka ditahan, kalau kami yang hitung kerugiannya sulit sekali,”keluh Erfan.

Sementara Muhammad Ikhsan, SStp,MAP Humas Pemkab Labuhanbatu Utara dikonfirmasi melalui seluler mengatakan kalau Sekwan Labura masih menjalankan tugas sebagai mana mestinya.

“Kalau aku tidak lihat pak masuk kantor apa tidak pak Sekwan, karena kantor kami berjauhan. Tapi sejauh ini yang saya tahu belum ada pergantian secara resmi kalau Sekwan diganti, jadi kurasa masih masuk kantorlah dia itu,”ungkap Ihsan.

Ketua Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) Labura Dansen Simarmata dalam pantauannya sejak ditetapkannya Sekwan Labura menjadi tersangka oknum tersebut sudah jarang ngantor.

“Sudah jarang dia masuk kantor itu. Kalau aku tidak silap dari pantauanku semenjak jadi tersangka sekwan itu tidak pernah masuk kantor lagi meski ia masih dinyatakan Sekwan Labura,”terang Dansen.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

KCBI “Bidik” Pungli Dan Korupsi SMPN I Berastagi

Berastagi | suarasumut.com  –  Pimpinan Pusat LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia Kordinator Wilayah Sumut Dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.