Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kejari Kesulitan Cari Aktor Utama Pengadaan Kapal, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan

Kejari Kesulitan Cari Aktor Utama Pengadaan Kapal, Kejati Sumut Diminta Turun Tangan

Rantauprapat, suarasumut.com – Terkait kasus pengadaan Kapal dan alat tangkap ikan pada tahun 2011 lalu, yang sumber Anggarannya Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Labuhanbatu sebesar Rp.900 juta dan merugikan negara berkisar Rp 380 Juta dan kini menetapkan tersangka Oston Gultom sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) beserta direktur CV Namira Erwinsyah Manurung yang kini mendekam dirutan Rantauprapat. Tampaknya Kejaksaan Negeri Rantauprapat kesulitan untuk mencari aktor utama pada kasus tersebut.

Karena meskipun adanya pengakuan dari tersangka Erwinsyah Manurung selaku Direktur CV Namira bahwa dirinya dibujuk dan diberikan upah Rp.50 hingga Rp.100 ribu oleh ML alias Opung untuk menandatangani berkas Proyek itu tapi pihak Kejari sendiri mengaku kesulitan untuk menetapkan ML alias Opung menjadikan tersangka.

Sebab, kata mereka, walaupun ada pengakuan dari EM kalau ML terlibat, bukti untuk menetapkan ML sebagai tersangka belum ada dua alat bukti yang sah beserta keyakinan penyidik dalam menagani kasus tersebut.

“Kita belum cukup bukti untuk menetapkannya ML alias Opung jadi tersangka. Sebab, harus ada dua alat bukti yang kuat ditambah keyakinan penyidik baru bisa. Makanya sampai saat ini ML alias Opung masih sebagai saksi,”kata Kasi intel Kejari Rantauprapat Erfan Effendi YA ketika ditanya keterlibatan ML alias Opung, Kamis (30/7) kemarin.

Meski belum dapat menjerat ML alias Opung menjadi tersangka, Namun Kejari berjanji pihaknya akan melakukan pengembangan penyidikan untuk mencari tersangka lain. ”Semua butuh proses. Jika nanti ada tersangka baru, rekan-rekan pasti kita kabari. Saya harap kita semua bersabar. Karena penangan kasus korupsi tidak semudah membalikkan telapak tangan,”terang Erpan.

Menanggapi hal itu, Ketua Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (ALAMAK) Labuhanbatu Aidil Sahputra meminta agar aparat penegak hukum memberantas kasus korupsi harus tepat sasaran dan tidak tebang pilih. ”Kasus korupsi pengadaan kapal ini kita duga masih ada aktor dibelakangnya yang belum terungkap. Nah, jika memang dugaan itu benar, maka kita meminta agar penegak hukum tidak tebang pilih dalam melakukan penindakan. Tujuannya agar tidak ada pejabat yang merasa kebal dengan hukum,” katanya.

Sementara itu Haris Nexsion Tambunan,SH selaku Praktisi Hukum di Labuhanbatu menangapi atas kasus itu berharap agar diselesaikan sampai ke akarnya. Bahkan, sambung Haris, jika Kejari Rantauprapat kesulitan untuk mencari aktor utama atas kasus tersebut diminta pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) agar turun tangan dalam hal ini,”cecar Haris.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.