Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Kejari Gunungsitoli Tahan Kembali Koruptor Pembangunan Kantor Bappeda Nias Barat

Kejari Gunungsitoli Tahan Kembali Koruptor Pembangunan Kantor Bappeda Nias Barat

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Belum lama keluar dan menghirup udara segar, sejumlah terpidana kasus korupsi pembangunan kantor Bappeda Kabupaten Nias Barat tahun 2010 yang merugikan negara Rp 212 juta kembali ditangkap penyidik Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Kini sejumlah korupor tersebut dititip di Rumah Tahanan Negara Gunungsitoli yang terletak di Desa Boyo, Kota Gunungsitoli.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Edi Sumarno, SH, MH yang ditemui wartawan di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, jalan Soekarno, Kota Gunungsitoli, Jum’at (18/7) membenarkan jika sebagian terpidana kasus korupsi kantor bappeda Nias Barat yang sempat bebas telah dieksekusi kembali.

Eksekusi terhadap para terpidana tersebut dilakukan karena turunnya putusan Mahkamah Agung yang menambah hukuman kelima terpidana kasus korupsi pembangunan kantor bappeda Nias Barat mantan Kadis PU Nias Barat Atosokhi Daeli, Bernard Daeli, Farisman Harefa, Feman Daeli dan kontraktor Saya’aro Gulo menjadi 4 tahun penjara.

Kelima terpidana tersebut sebelumnya menurut Kajari dihukum oleh Pengadilan Tinggi Negeri Medan setelah Jaksa Penuntut Umum banding dengan hukuman 1,6 tahun penjara pada tahun 2013, ada beberapa yang sempat bebas pada tahun 2014 dan terpaksa kembali dieksekusi dan kini ditahan sebagai tahanan titipan di rutan Gunungsitoli.

Kasipidsus Kejari Gunungsitoli Junius Zega, SH, MH yang ditemui diruangan berbeda juga menyatakan hal yang sama. Junius menjelasakan, hukuman terhadap kelima terpidana tersebut ditambah berdasarkan kasasi yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum.

Dimana sebelumnya menurut Junius, Pengadilan Tipikor Medan menghukum kelima terpidana tersebut pada tahun 2013 dengan hukuman penjara 1 tahun dan kerugian negara Rp 36 juta.

Tidak terima putusan hakim dengan kerugian negara yang jauh dari tuntutan Jaksa Rp 212 juta, Jaksa Penuntut Umum melakukan banding ke Pengadilan Tinggi, sehingga hukuman kelimanya kembali ditambah menjadi 1,6 tahun dengan kerugian yang sama sebesar Rp 36 juta.

Atas putusan tersebut, Jaksa kembali mengajukan banding ketingkat Mahkamah Agung dan hasil banding tersebut turun pada bulan Juni dengan menambah hukuman kelima terpidana menjadi 4 tahun penjara dan kerugian negara Rp 212 juta.

Dalam amar putusannya, kerugian negara dibebankan MA kepada Saya’aro Gulo selaku kontraktor dengan subsider hukuman penjara 1 tahun penjara.(sp/ss/gs)

Kata kunci terkait:
mantan bupati nias di tahan jaksa gunungsitoli, mantan bupati nias yang di tahan kejari, bernard daeli, kejari nias tahan mantan bupati nias, penjara korupsi gusit

Lihat Juga

Satpol PP Kota Sibolga Laksanakan Jumat Bersih

SIBOLGA | suarasumut.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Sibolga, Sumatera utara (Sumut) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *