Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Keberadaan PLTU Labuhan Angin Rugikan Tapteng?, Pengacara Ini Siap Terima Gugatan Dari Masyarakat

Keberadaan PLTU Labuhan Angin Rugikan Tapteng?, Pengacara Ini Siap Terima Gugatan Dari Masyarakat

Tapteng | suarasumut.com  –  Berdirinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin yang berlokasi disekitar Teluk Tapian Nauli Kecamatan Tapian Nauli, dinilai sangat mengganggu dampak lingkungan dan potensi alam di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Dulunya sebelum PLTU ini berdiri, ikan Torluk sangat terkenal di Tapteng ini. Namun akibat dari gonjangan baik itu getaran dari pembakaran itu sekarang sudah berkurang, atau ikannya berpindah,” kata Manca Hutagalung selaku pemerhati lingkungan terhadap wartawan, Jumat (21/4/2017) di Kecamatan Tapian Nauli, Desa Tapian Nauli I, setelah lakukan tinjauan Pasar Onan Poriaha.

Dijelaskan Dia, pembuangan asap PLTU itu juga sangat mengganggu polusi udara yang ada di Kabupaten Tapteng, khususnya Kecamatan Tapian Nauli sehingga hal itu menjadi pertanyaan besar baginya bahwa sejumlah karyawan yang bekerja di PLTU tersebut tidak ada tinggal di Kecamatan Tapian Nauli.

“Sedangkan karyawannya saja tidak ada yang tinggal dekat PLTU, semuanya tinggal di Pandan, kenapa hal itu terjadi? tentu mereka tahu bahwa dampak lingkungan sangat terganggu bagi mereka, sehingga kebanyakan karyawannya tidak ada yang tinggal di Kecamatan Tapian Nauli,”ungkapnya.

Ketika ditanya tentang adanya kerugian masyarakat dari dampak lingkungan tersebut Manca mengatakan sangat banyak, bahkan debu dan asap dari corong pembuangan itu juga begitu sangat menggangu kesehatan masyarakat setempat.

“Udara tercemar, terkadang kita batuk-batuk, sehingga mengalami penyakit paru-paru, ditambah lagi membuat udara menjadi tambah panas,” tambahnya.

Ia berharap pihak terkait harus peduli terhadap lingkungan serta masyarakat setempat dibutuhkan tenaga kerja sehingga saling menguntungkan dikarenakan PLTU itu merupakan objek vital nasional.

“Kita tidak menolak adanya PLTU, tetapi dampaknya harus diperhatikan. Makanya disinilah tugas Bappedalda (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah) Tapteng untuk mengetahui sampai dimana kinerja mereka terhadap kinerja PLTU itu,” jelas Manca.

“Perhatikan masyarakat setempat, dana CSR nya itu dikemanakan,” tanyanya.

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum Pemkab Tapteng Parlaungan Silalahi menanggapi hal tersebut bahwa laporan masyarakat tentang keberatan dengan adanya polusi udara yang menggangu kesehatan masyarakat sampai saat ini diakui belum ada.

Menurutnya, pemerintah sebagai pelindung masyarakat harus menjaga masyarakat akibat dari dampak lingkungan tersebut.

“Belum ada laporan masyarakat Tapteng baik itu melalui Bappedalda, kalau ada hal yang mengalami akibat gangguan dari polusi udara, Kita bersiap diri menerimanya jika ditemukan kejanggalan dari uji lab atau materi dari polusi tersebut. Kita akan bersiap diri mengajukan gugatan class action nantinya,“tutup Parlaungan. (ph/ss-tt)

Kata kunci terkait:
pemilik pltu tapteng

Lihat Juga

Bupati Labuhanbatu Hadiri Arahan Mendagri

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi ...