Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kasus Tindak Pidana Plt Sekdakab Labuhanbatu Diduga Dipeti “Es”

Kasus Tindak Pidana Plt Sekdakab Labuhanbatu Diduga Dipeti “Es”

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Penyidikan perkara tindak pidana yang menjerat Plt Sekdakab Labuhanbatu, Ali Usman Harahap dipeti “Es” kan penyidik Polres Labuhanbatu. Pasalnya, sejak 13 Januari 2014 hingga saat ini, penyidikan kasus tersebut tak kunjung tuntas dan ditingkatkan ke poroses penunututan hingga pengadilan.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Rabu (26/11), penyidikan perkara Plt Sekdakab Labuhanbatu, Ali Usman Harahap didasari LP/42/I/2014/SU/RES-LBH, tanggal 13 Januari 2014. Plt Sekdakab Labuhanbatu dijerat Pasal 52 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Sedangkan pelaporan perkara terhadap Plt Sekdakab Labuhanbatu, Ali Usman Harahap didasari pengingkaran kesepakatan perdamian yang dimediasi Komisi Informasi Sumut pada tanggal 10 September 2013 bernomor 685/KIP-SU/IX/2013. Sesuai kesepakatan, Ali Usman Harahap bersedia memberikan seluruh informasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) dalam kurun waktu 3 bulan.

Kasat Reskrim, AKP Hendra Eko T yang dikonfirmasi melalui selulernya tidak bersedia memberikan keterangan dengan dalihan sedang berada di pejalanan. Hendro Eko T pun mengarahkan agar yang dkinfirmasi adalah Kasubag Humas Polres Labuhanbatu. “Saya sedang dijalan. Humas saja ditanya,” kata Hendra Eko T singkat.

Sedangkan Kasubag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Viktor Sibarani saat dikonfirmasi melalui selulernya menunjukan tak menguasai perkara yang ditanyakan. Viktor Sibarani mengaku akan melihat dulu perkara tersebut. “Saya lihat dulu perkaranya,” kata Viktor Sibarani singkat.

Secara terpisah, Penyidik Pembantu, Aipda Arnold Pardede saat ditemui di ruang kerjanya mengakui perkera tersebut akan dilakukan gear perkara. Namun dirinya tidak dapat memberikan keterangan jadwal pelaksanaan gelar perkara Plt Sekdakab Labuhanbatu, Ali Usman Harahap tersebut. “Akan digelar perkara. Belum tau kapan waktunya, mungkin awal-awal bulan Desember,” kata Arnold Parede.

Ironisnya, keterangan yang disampaikan Arnold Parede terkait akan dilakukannya gelar perkara tindak pidana keterbukaan informasi public tersebut telah direncanakan sejak Mei 2014 lalu. Hal tersebut secara tegas dan terang disebutkan Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reskrim, AKP Fahrizal dalam surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) tertanggal 26 Mei 2014. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Kapolres: Preman Jalanan Di Wilkum Labuhanbatu Akan Tembak Ditempat.!

  Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sebagai langkah dan upaya untuk terus menjaga Kondusifitas Wilayah hukumnya, ...