Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Kasus Penganiayaan Anak Jalan Ditempat, Penyidik UPPA Dituding Tak Profesional

Kasus Penganiayaan Anak Jalan Ditempat, Penyidik UPPA Dituding Tak Profesional

Rantauprapat, suarasumut.com – Oknum penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Labuhanbatu dituding tidak profesional dalam menangani perkara kasus penganiayaan terhadap korban Raihan Adha Sukmana (14), warga Jalan Gang Sado Rantauprapat. Sebab, kasus penganiayaan anak dibawah umur yang telah dilaporkan sejak 3 bulan lalu itu hingga kini jalan ditempat tanpa tindak lanjut yang jelas.

Kekecewaan terhadap buruknya kinerja oknum penyidik tersebut diungkapkan Sukma (39), ayah kandung korban. Dia mengatakan, kasus penganiayaan terhadap putranya itu telah resmi dilaporkannya ke Mapolres Labuhanbatu dengan nomor laporan: LP/416/111/2015/SU/RES LBH tertanggal 13 Maret 2015.

Dalam laporan tersebut, Sukma yang mendampingi anaknya Raihan melaporkan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Dana (18), warga Jalan WR Supratman Rantauprapat.

Aksi penganiayaan itupun, kata Sukma, terjadi pada Kamis (12/3/2015) lalu, sekitar pukul 20.30 WIB. Kejadian itu berawal saat anaknya Raihan dan sejumlah rekannya tengah asyik nongkrong persis dibawah patung tulisan ‘Rantauprapat Kota Idaman,’ di kawasan Jalan WR Supratman Rantauprapat. Namun ketika itu, Dana dan sejumlah rekannya yang datang dengan mengendarai sepeda motor tiba-tiba memanggil korban.

“Karena dipanggil, anak saya pun datang menghampiri si Dana itu. Tapi entah kenapa, si Dana malah memaki dan menantang anak saya berduel. Karena dari segi usia dan fostur tubuh tidak seimbang, jelas anak saya tidak melawan. Terlebih saat itu Dana tidak sendirian, melainkan bersama rekan-rekannya,” jelasnya kepada wartawan di Rantauprapat, Rabu (13/5).

Posisi Raihan yang saat itu mengalah, kata Sukma, malah membuat Dana semakin melunjak dengan melakukan penganiayaan terhadap putranya itu.

“Kepala dan tengkuk belakang anak saya dipukulinya berulang-ulang kali. Dan pemukulan itu juga disaksikan beberapa orang teman Raihan,” terangnya.

Tak tahan dengan tindak penganiayaan itu, Raihan dan sejumlah rekannya pun pergi meninggalkan Dana dengan mengendarai sepeda motor. Namun rupanya, Dana yang diduga belum puas melakukan penganiayaan, terus mengejar Raihan juga dengan mengendarai sepeda motor.

“Alhasil, persis di depan Polres Labuhanbatu, si Dana itupun menunjang sepeda motor yang tengah dikendarai Raihan, hingga saat itu Raihan nyaris mengalami kecelakaan lalulintas,” tambahnya. Usai kejadian itu, kata Sukma, Raihan pun pulang ke rumahnya dan menceritakan semua yang terjadi.

“Dengar cerita itu, saya pun langsung mencari dan mendatangi rumah Dana dengan maksud mempertanyakan baik-baik kenapa anak saya dipukuli,” ujarnya. Saat itu, Sukma pun mengaku berhasil bertemu dengan Dana dan kedua orangtuanya di kediamannya.

“Tapi saya yang datang baik-baik malah ditantang berkelahi oleh si Dana, persis didepan kedua orangtunya. Bahkan dihadapan saya, dia nekat mengancam keselamatan Raihan anak saya. Kan luar biasa ini anak,”kesalnya.

Tak terima atas tindak penganiayaan yang dilakukan Dana terhadap putranya itu, keesokan harinya, tepatnya pada Jumat (13/3/2015) lalu, Sukma pun mendampingi Raihan membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu. Dari ruang SPK Polres Labuhanbatu, laporan penganiayaan itupun dilanjutkan diruang UPPA Satreskrim Polres Labuhanbatu ditangani oknum penyidik Bripda Nanda Wahyu Irmansyah.

“Dan saat itu juga, oknum penyidik tersebut juga telah memeriksa korban dan para saksi-saksi. Tapi anehnya, sampai sekarang, lebih kurang tiga bulan lamanya, laporan saya itu jalan ditempat. Dan sampai saat ini si pelaku sekali pun belum pernah diperiksa. Bahkan perkembangan kelanjutan laporan saya itu tidak jelas sampai saat ini,” kesalnya.

Menurut Sukma, lambatnya penanganan kasus penganiayaan anak yang dilaporkannya itu akibat ketidakprofesionalan Bripda Nanda Wahyu Irmansyah selaku penyidik yang menangani perkara tersebut.

“Bahkan saya menganggap oknum penyidik itu seperti orang bodoh-bodoh. Kenapa tidak, setiap saya tanyakan sudah sejauh mana perkembangan laporan kasus ini, dia selalu jawab dengan alasan yang gak masuk akal,” cetusnya.

Bahkan beberapa hari yang lalu, kata Sukma, saat dirinya kembali mempertanyakan perkembangan laporan pengaduannya itu, oknum penyidik tersebut malah mengatakan akan memeriksa ulang korban.

“Padahal sejak tiga bulan yang lalu anak saya sebagai korban sudah satu harian diperiksa. Bahkan saksi-saksi juga juga sudah diperiksa, kok sekarang mau periksa ualng lagi. Jadi seakan main-main perkara ini dibuatnya,”kesalnya.

Atas ketidak profesionalan oknum penyidik tersebut, Sukma pun menilai Bripda Nanda Wahyu Irmansyah tidak memiliki kemampuan dan integritas moral yang tinggi hingga sangat tidak layak menyandang tugas penyidik ataupun penyidik pembantu.

“Untuk itu, kita minta Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie agar dapat memperhatikan hal ini, karena tugas penyidik juga menyangkut terhadap pelayanan publik,”ungkapnya sembari mengatakan akan membuat laporan pengaduan ke Propam Poldasu terkait lambannya penanganan kasus penganiayaan terhadap putranya itu.

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK MH yang dikonfirmasi mengatakan akan mempertanyakan persoalan tersebut kepada penyidik UPPA yang menangani perkara tersebut. “Nanti saya perintahkan penyidik berikan SP2HP pada pelapor,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (13/5).(ab/ss/lb)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...