Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kasus Dugaan Korupsi Di Labura Di”86″kan?, Kajari: Kejaksaan Masih Terus Melakukan Pemeriksaan

Kasus Dugaan Korupsi Di Labura Di”86″kan?, Kajari: Kejaksaan Masih Terus Melakukan Pemeriksaan

Aek Kanopan, suarasumut.com – “Informasi yang saudara terima dan dengar itu tidak benar, sampai saat ini pihak Kejaksaan masih terus melakukan pemanggilan dan pemeriksaan,” demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Rantauprapat Hermon Dekristo melalui Kasi Intelijen AP Frianto Naibaho, kepada wartawan, Jumat (6/3).

Hal ini dikatakannya sebagai tepisan terhadap beredarnya isu tak sedap yang menyebutkan bahwa pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat telah terlibat persekongkolan dengan pihak Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terkait sejumlah kasus dugaan korupsi yang saat ini sedang mendera beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di kabupaten tersebut.

Munculnya isu tak sedap ini bukan tak beralasan. Bagaimana tidak, jika beberapa waktu lalu Kejari ini terlihat sangat giat dalam melakukan pemeriksaan demi pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dari daerah yang merupakan hasil pemekaran wilayah Kabupaten Labuhanbatu tersebut, namun belakangan, sikap giat itu seolah mulai kendur dan tak terdengar lagi kabar tentang adanya pemanggilan dan pemeriksaan terhadap pejabat-pejabat itu.

Santernya isu miring ini, spontan membuat sejumlah elemen dan kelompok masyarakat pegiat anti korupsi di daerah itu merasa berang dan kecewa dengan kinerja Kejari Rantauprapat yang semula sangat mereka apresiasi karena telah membuktikan keseriusannya dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di 3 kabupaten Labuhanbatu Raya yang menjadi wilayah hukum mereka.

Sejumlah aktivis pegiat anti korupsi yang kerap ditemui di kantor Kejari Rantauprapat masih tetap optimis jika Kejaksaan akan teguh dalam komitmennya untuk memberantas tindak pidana korupsi di 3 kabupaten Labuhanbatu Raya, khususnya di Labuhanbatu Utara.

Andi Khoirul Harahap, aktivis anti korupsi yang bernaung dalam Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) misalnya, ia masih menanamkan kepercayaan yang tinggi kepada korps yang saat ini dipimpin oleh Hermon Dekristo tersebut. “Sampai saat ini saya masih sangat yakin kalau Kejari Rantauprapat akan tetap mempertahankan prinsipnya dalam memberantas korupsi di daerah ini,” ujar Andi, belum lama ini.

Diketahui bersama, beberapa waktu lalu, Kejari Rantauprapat telah memeriksa sejumlah pejabat dari beberapa SKPD terkait dugaan penyelewengan biaya perjalanan dinas dan penyelewengan berbentuk lain di masing-masing SKPD tersebut dan satu di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni April Hasibuan yang menjabat sebagai sekretaris dewan.

Bahkan, tidak hanya pejabat dari SKPD, Sekretaris Daerah Drs Edi Sampurna sendiri pun sempat menjalani proses pemeriksaan di lembaga penegakan hukum yang disebut-sebut sedang “naik daun” itu. Selain itu, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masa bakti 2009-2014, baik yang saat ini masih terpilih dan aktif dan yang sudah tidak aktif lagi, juga telah pernah diperiksa oleh instansi penegak hukum bersemboyan Satya Adhi Wicaksana ini.(rz/ss/lu)

Kata kunci terkait:
sekretaris dewan labura april hasibuan, kasus labura, kabar korupsi labura

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...