Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kapolres ‘Ngelak’ Ditanya Soal Penanganan Korupsi Di Labuhanbatu‬

Kapolres ‘Ngelak’ Ditanya Soal Penanganan Korupsi Di Labuhanbatu‬

Rantauprapat, suarasumut.com – Kepala Polisi Resor (Kapolres) Labuhanbatu terkesan ‘mengelak’ ketika ditanya seputar penanganan kasus korupsi yang diduga terjadi di wilayah hukumnya. Dia menghindar ditanya soal korupsi, alasan ingin melaksanakan sholat Ashar. “Nantilah itu. Ada masanya. Saya mau sholat dulu. Saya takut yang di atas, ” papar Teguh Yuswardhie, Senin (10/11/2014) dalam konfrensi pers di Mapolres Labuhanbatu.‬

‪Alhasil, tak didapat komitmen Kapolres yang baru menjabat tersebut dalam penanganan kasus korupsi.‬

‪Padahal, pihak kepolisian sebelum Teguh menjabat, sudah memanggil sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Labuhanbatu. Tujuannya, dimintai keterangan terkait sejumlah kasus.‬

‪Misalkan, penanganan kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) TA 2012 di Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya Tata Ruang (DCKTR) Labuhanbatu.‬

‪Tertutupnya Kapolres Teguh terkait kasus dugaan korupsi memunculkan kesan penanganan sejumlah kasus korupsi “jalan di tempat”.

‪Sejatinya, ketika Polres Labuhanbatu dipimpin AKBP Ahmad Fauzi, pemberitaan sejumlah media menyebutkan Polisi sudah memanggil Sekretaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu Marisi Situngkir dan mantan Sekretaris Disdik Hobol Z Rangkuti terkait penggunaan dana anggaran khusus (DAK) tahun anggaran (TA) 2012 Bidang Pendidikan di Dinas Pendidikan Labuhanbatu.‬

‪Pemanggilan sekaitan dugaan praktek korupsi yang terjadi di Dinas Pendidikan, salah satu diantaranya indikasi fiktif pembangunan sembilan ruang belajar di SMP Negeri I Rantau Utara.‬

‪Sesuai rencana kegiatan anggaran (RKA) DAK Dinas Pendidikan Labuhanbatu TA 2012 mengalokasi dana sebesar Rp891 juta untuk program penyediaan ruangan belajar di sekolah milik Pemkab Labuhanbatu itu. Tapi, ditengarai realisasi program tersebut nihil.‬

‪Selain itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Labuhanbatu juga sempat ‘terperiksa’ di Mapolres Labuhanbatu, Senin (8/9/2014) lalu. Kuat indikasi terkait pembangunan sarana kolam renang dan temuan BPK Sumut.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...