Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kapoldasu Respon Laporan Warga Soal Mafia Buku
KET FOTO : Koordinator Tim Baret Merah Sempurna Pasaribu (Pakai Kacamata Hitam) ketika menyerahkan surat laporan tertulis kepada Kasium Polres Karo baru-baru ini. Fotosuarasumut.com/Bram
KET FOTO : Koordinator Tim Baret Merah Sempurna Pasaribu (Pakai Kacamata Hitam) ketika menyerahkan surat laporan tertulis kepada Kasium Polres Karo baru-baru ini. Fotosuarasumut.com/Bram

Kapoldasu Respon Laporan Warga Soal Mafia Buku

Tanah Karo | suarasumut.com  –  Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Senin, (4/12/2017)  sekira pukul 19.45 Wib, merespon laporan lisan Koordinator Tim Baret Merah Sempurna Pasaribu, soal minimnya tanggapan Kapolres Karo AKBP Rio Nababan menindaklanjuti laporan tertulis terkait mafia buku bernomor : No.09/TIM-BM/LAP.LIS/XI/2017.

“Mauliate, (Terimakasih), laporannya sudah saya teruskan kepada Dirkrimsus agar receking kasusnya sudah ditangani atau belum,”ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menyahuti laporan lisan Sempurna Pasaribu, soal dugaan peredaran buku illegal pelajar SD yang menggunakan anggaran dari dana BOS.

Laporan lisan istilah 12 Pas ini dilakukan karena sosok yang juga merupakan Ketua Tim Auditor DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Karo itu menilai bahwa Kapolres Karo kurang tanggap akan nasib rakyat. Padahal menurut Pasaribu, dunia pendidikan itu merupakan salah satu penyanggah suatu negara.

“Dalam konteks ini, tidak ada kepentingan lain selain kepentingan rakyat, saya juga bagian dari itu, karena saya pun masih merasa rakyat NKRI yang memiliki anak berstatus pelajar di Karo. Terlebih-lebih salah satu korban dari system mafia ini merupakan anak kandung dari sahabat kami kontributor media elektronik liputan karo.

Hal mengherankan, sikap Kapolres Karo tidak seperti sebelumnya ketika beliau saya hubungi soal tindaklanjut laporan tertulis yang kami buat dari Tim Barisan Reaksi Cepat Membangun Daerah (Tim Baret Merah). Beliau (Kapolres) justru menolak panggilan dari phone seluler saya. Saya semakin penasaran, hingga mengakibatkan multi prediksi.

Jendral bintang dua saja ketika ditelpon tidak sampai empat kali nada panggil itu sudah langsung ‘on air’, sama halnya dengan Humas Poldasu ibu Rina Sari Ginting penyandang pangkat Kombes. Jelas lho, ini kita dari pihak keluarga salah satu korban. Bagaimana lagi jika kita muncul sebatas melaksanakan tugas kontro sosial,”kesal Pasaribu.

Lanjutnya, padahal jika laporan tertulis itu ditelusuri dengan serius, justru berpotensi jadi gerbang penuntasan beberapa item kasus raksasa yang kuat diduganya sama sekali belum diketahui Kapolres. Karena sejak awal tahun 2014 sampai saat ini, kata sempurna, iblis berjubah putih banyak gentayangan di Bumi Turang.

Masih menurut Pasaribu, buktinya, satu hari pasca terbitnya berita ini di http://suarasumut.com, salah seorang pejabat publik dari pusat diinformasikan secara otomatis telah melancarkan metode tersendiri. “Namun, sejauh hal itu muaranya “Pro Rakyat,”ucapnya, dengan senang hati Tim Baret Merah Well Comeatas respon itu.

Terpisah, Selasa, (5/12/2017), oknum Aktifis MCE (Masyarakat Cinta Edy), Philip Surbakti, mengaku bahwa pihaknya telah menelusuri dugaan penyimpangan pengadaan buku di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Karo pada tahun 2014 lalu. Beliau (Surbakti) menjelaskan, bahwa salah seorang oknum berkompeten di ULP disebut-sebut turut terlibat.

Namun setelah ditelusuri, kata Philip Surbakti, E. Sinulingga ST yang dimaksud penasihat khususnya dari Jakarta menampik keterlibatannya mengurusi pengadaan buku bernilai milyaran rupiah di tubuh disdik karo. Disinggung soal sulitnya kalangan umum mendaftar mengikuti peserta lelang, Sinulingga justru diam terpaku. (Tim BM/LSP/Bram/TS).

 

Lihat Juga

Labuhanbatu Kembali Raih Prestasi Dibidang Lingkungan Hidup

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu setelah menerima Penghargaan terbaik I Tingkat Provinsi Sumatera ...