Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kadis Pendidikan Labuhanbatu Dituding “Pembohong”

Kadis Pendidikan Labuhanbatu Dituding “Pembohong”

Rantauprapat, suarasumut.com – Pungli yang terjadi pada Guru yang dilakukan Unit Pelaksana Tehnik Daerah (UPTD) Pendidikan Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu nampaknya mulai terungkap siapa dalang pelaku atas paksaan terhadap guru yang dibebankan anggaran sebesar Rp 550 ribu per guru dengan modus dana pelatihan Sertifikasi.

Karena, guru yang bertugas dikecamatan itu semangkin nekat untuk membeberkan siapa dalang atas pembuat acara tersebut. “Dari mana (Kadis) dia terkejut sebesar itu anggaran dibuat sama guru, nampaklah pembohong besar kepala dinas itu, orang kepala sekolah kami membilang uang itu diserahkan sama UPTD dan Kepala Dinas,”kata sumber yang berpesan agar namanya jangan dituliskan dikoran, Minggu (9/8) pada wartawan.

Dikatakannya, meski pelatihan sertifikasi itu berjudul untuk para guru matematika, tapi nyatanya sejumlah guru yang bertugas di kecamatan itu menanggung biaya atas pelatihan itu. “Macam mana tak aneh kami rasa, judul dipelatihan untuk guru Matimatika, tapi kami sebagai guru olahraga dan agama pun dikenakan biaya itu.

Ironisnya lagi, meski kami tidak diikut andilkan dalam pelatihan itu namun kepala sekolah yang diperintah UPTD tersebut harus membayar sebagaimana besarnya guru yang mengikuti pelatihan tersebut.

”Semua guru yang yang bertugas di Bilah Hulu kena semua pembayarannya, jangan dibilang guru olah raga sama agama tidak membayar. Dan Kepala Dinas pun tahunya itu kurasa,”jelasnya.

Sebelumnya Kepala UPTD Pendidikan Bilah Hulu enggan menampik atas pungutan yang ia lakukan pada sejumlah guru. “Benar kita kutip 550 ribu perguru, uang itu kita gunakan untuk membayar gedung Hotel Permata Land dan membayar nara sumber yang kita hadirkan. Dari 600 ratus guru yang bertugas dibilah Hulu, yang mengikuti pelatihan itu hanya 160 orang guru yang ikut serta dipelatihan tersebut. “Nggak semua guru ikut dalam pelatihan itu. Kepala Dinas juga tahu kok atas uang itu,”sebut Gunung.

Sementara Kepala dinas pendidikan Sarimpunan Ritonga juga membenarkan kalau hal tersebut diketahuinya, hanya saja kata Sarimpunan, jumlah besarnya anggaran yang dikutip anggotanya itu diketahui dan terbilang sangat besar.

“Betul memang aku ketahui kegiatan itu, laporannya pun memang sudah lama masuk sama saya, hanya saja aku tidak tahu kalau kegiatan itu dilaksanakan kapan,”terang Sarimpunan.

Ditambahkannya, atas ide pribadi yang dilakukan gunung degan cara membuat satu pelatihan di hotel tersebut, ia sempat kebingungan kalau anggaran yang diperuntukan untuk kegiatan itu dari mana anggarannya. Tapi, karena Gunung mengatakan swadaya guru se Kecamatan Bilah Hulu, ia pun memperbolehkannya asal tidak keberatan guru-guru.

“Ya itu ide si UPTD nya aja yang buat kegiatan seperti itu. Karena anggaran dari APBD tidak ada untuk itu, aku pun sempat bingung. Anggarannya dari mana?, tapi dia bilang swadaya, jadi saya persilahkan saja, dan itu berlaku hanya di Kecamatan Bilah Hulu sajanya yang punya ide, kalau kecamatan lain tidak ada itu, itu pun pelatihan tersebut hanya di ikuti guru matimatika saja, kalau guru agama dan olahraga tidak dikaitkan,”ucap Sarimpunan.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia Adakan Kompetisi Internasional ResPex

Malaysia | suarasumut.com  –  Politeknik Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia adakan Kompetisi International Regional Student’s ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.