Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Kadis Pasar Labura Bisniskan Kios Baru Pasar Inpres Aek Kanopan?

Kadis Pasar Labura Bisniskan Kios Baru Pasar Inpres Aek Kanopan?

Aek Kanopan, suarasumut.com  –  Sebanyak 3 buah kios bangunan baru ukuran lebih kurang 3 m x 4 m di Pasar Inpres Aek Kanopan diduga dibisniskan Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Labura. Pasalnya, bangunan 3 kios yang dananya bersumber dari APBD TA 2014 ini disewakan kepada 3 orang pedagang dengan masing- masing nilai harga Rp.85 juta per kios atau Rp. 255 juta untuk 3 Kios.

Sejumlah pedagang Inpres Aek Kanopan mengungkapkan, bahwa informasi ini bukan lagi rahasia umum dan sebahagian besar pedagang sudah mengetahuinya. ” Sebahagian besar pedagang Pasar Inpres Aek Kanopan sudah mengetahui informasi ini. Untuk satu kios dibayar Rp. 85 juta kepada Dinas Pasar” ungkap salah seorang pedagang Lb. Marpaung (45) belum lama ini.

Mula (30) yang juga salah seorang pedagang di pasar Aek Kanopan mengakui bahwa 3 kios tersebut sudah ada yang menyewa dengan harga satu kios Rp. 85 juta. ” 3 Kios itu udah ada yang punya dan harganya Rp. 85 juta per kios” kata Mula yang sungkan membeberkan nama-nama orang yang menyewanya.

Sementara dalam Perda(Peraturan Daerah) Kabupaten Labuhanbatu Utara No. 31 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Pasar, dalam BAB VII struktur dan besarnya tariff retribusi pasal 15 (1) struktur dan besarnya tariff retribusi pelayanan pasar adalah (a) retribusi pelataran pasar ,Kelas I Rp.2.000,-M/hari,kelas II Rp.1.500,- M/hari,kelas III Rp.1.000,-M/hari. Retribusi Los ,kelas I Rp.2.500,-M/hari,Kelas II ,Rp.2.000,-M/hari,Kelas III Rp.1.500,-/hari.Retribusi kios, Kios Kelas I Rp.200,-M/hari, Kios kelas Rp.150,-M/hari,Kios kelas III Rp.100,-M/hari.

Sangat disayangkan, Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Labura Khairul Saleh Hasibuan saat dikonfirmasi melalui sms, Rabu (26/11) tidak memberikan jawaban. Bahkan saat ditemui ke kantornya, mantan Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Labura ini justru berbohong. Pasalnya, sebelum masuk ke ruang kerjanya wartawan menghubungi melalui telepon genggamnya, namun dirinya mengaku sedang rapat pada hal ia berada di ruang kerjanya. Dan sejumlah saksi mata yang berada di kantor dinas Pasar tersebut juga mengaku bahwa Khairul benar ada di ruang kerjanya.

Terbetik kabar, akhir-akhir ini Khairul kian menghindar dari kejaran wartawan. Pria yang juga bekas guru ini disinyalir sengaja menghindar demi menutupi berbagai persoalan yang diduga sedang menerpa dinas yang dipimpinya itu. (rz/ss/lu)

Kata kunci terkait:
pasar besar aek kanopan

Lihat Juga

MUI Dan Polisi Berperan Sebagai Pemersatu Bangsa

Padangsidimpuan | suarasumut.com – Peran serta ulama dan instansi kepolisian menjadi modal utama untuk menyatukan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.