Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Kades Selat Besar Sebut Beri Upeti Pada BPN Labuhanbatu

Kades Selat Besar Sebut Beri Upeti Pada BPN Labuhanbatu

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Kepala Desa Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir menyebut atas tingginya mengurus biaya Prona disebabkan karena oknum yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Labuhanbatu harus dibagi juga atas anggaran biaya urus surat tanah pada warga.

“Bukan untuk saya saja uang itu bang, untuk BPN juga saya kasih,”kata Sumiran selaku Kades Selat Besar, Senin (18/4) pada Wartawan.

Disinggung, siapa nama penerima atas upeti yang disebut pada pekerja BPN, Kades tersebut enggan menjawab.

Sementara Kabid 2 bagian Prona BPN Labuhanbatu Ridwan Lubis dikonfirmasi melalui telepon membantah atas tuduhan Kepala Desa terhadap BPN Labuhanbatu.

“Saya sudah konfirmasi Kepala Desa itu, tapi saat ditanya dia tak menjawab sama sekali atas apa yang dituduhkannya,”bilang ridwan.

Ditambahkannya, memang tidak tertutup kemungkinan para oknum yang bekerja di BPN ini melakukan seperti itu, tapi kalau saya tidak akan mungkin melakukan seperti itu.

“Yang jelas saya tidak akan pernah melakukan seperti itu, tapi kalau kawan-kawan yang lain saya tak bisa komentar,”tandas Ridwan.

Sebelumnya, biaya urus sertifikat Prona yang diprogramkan pemerintah cukup mencekik leher. Pasalnya biaya urus sertifikat itu berkisar Rp 2.500.000 persurat.

Hal itu disampaikan Br A Warga Selat Besar, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (17/4) pada Wartawan. Ia mengatakan meski begitu mahal yang ia bayar mau tak mau ia harus mengurus surat tanahnya yang di Desa Selat Besar tersebut.

“Gimana mau dibuat bang, mahal pun dibayar jugalah, namanya awak sudah perlu,”ujar Br A.

Dikatakannya, meski ia coba menawar harga yang dipatokkan Kadus atas perintah Kades namun upaya untuk menawar tersebut tak dikabulkan, sebab, bilang kadus berinisial KW kalau harga tersebut sudah ada aturannya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Labuhanbatu.

“Saya ada mengurus 10 surat tanah, karena segitu banyaknya yang saya urus bermohonlah saya minta persurat Rp1,5 juta, namun tidak dikabulkan,”beber Br A.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
Berita tentang Desa Selat Besar Labuhan Batu, selat besar labuhan batu

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...