Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› JPU Tuntut Mobil Dirampas Untuk Negara, Ketua PN Rantauprapat Malah Pinjam Pakaikan

JPU Tuntut Mobil Dirampas Untuk Negara, Ketua PN Rantauprapat Malah Pinjam Pakaikan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Sekalipun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut agar barang bukti (BB) perkara nomor 182/Pid.Sus/2015/PN Rap berupa mobil Mitsubishi Mirage dirampas untuk Negara, namun Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat malah membua penetapan pinjam pakai. Anehnya, penetapan itu dilakukan disaat sidang pembacaan putusan ditunda.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Senin (10/8), sidang perkara nomor 182/Pid.Sus/2015/PN Rap atas nama terdakwa Mashuri dan Amrizal Manurung telah disidangkan di PN Rantauprapat sejak 8 April 2015 terkait kepemilikan sabu-sabu seberat 30 gram. Sementara kedua terdakwa telah ditangkap pada tanggal 06 November 2014, sekitar pukul 24.00 Wib di jalan Lobusona, Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Sekitar tanggal 14 July 2015, kedua terdakwa dituntut oleh JPU Kejari Rantauprapat berdasarkan Pasal 114 ayat (2) junto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara masing-masing 14 tahun dan denda Rp1 milyar subsider 1 tahun penjara. Menurut JPU Kejari Rantauprapat, kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemufakatan tanpa hak menjadi perantara jual beli narkotika golongan I yang beratnya lebih dari 5 gram.

Dalam tuntutannya, JPU Kejari Rantauprapat menyatakan, BB berupa 3 bungkus plastik klip berisi Narkotika sabu seberat 30 gram, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah Handphone merk Asiafone, 1 buah Handphone merk Mitto, 1 bungkus plastik klip, dan 1 buah bong dengan pipet dirampas untuk dimusnahkan. Selain itu, BB berupa uang Rp. 5.000.000, 1 unit Mobil Mitsubishi Mirage warna putih B 1797 TDR, dan 1 lembar STNK B 1797 TDR, JPU menyatakan agar dirampas untuk Negara.

Ironinya, setelah berlangsungnya persidangan sejak 8 April dan tuntan pada 14 July, BB berupa 1 unit mobil Mitsubishi Mirage yang dinyatakan dirampas untuk Negara tersebut malah dipinjam pakaikan oleh Ketua PN Rantauprapat sejak 30 July 2015. Hal tersebut mengakibatkan asumsi Majelis Hakim telah membuat kesimpulan BB terkait mobil Mitsubishi tersebut akan dikembalikan sekalipun putusan belum diucapkan.

Humas yang juga Wakil Ketua PN Rantauprapat, R Aji Suryo yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengaku tidak dapat memberikan penjesan sebelum mendapat izin dari Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala SH selaku perkara nomor 182/Pid.Sus/2015/PN Rap tersebut. Menurut R Aji Suryo, JPU dapat melakukan banding jika nantinya BB Mobil Mitsubishi Mirage tersebut dikembalikan kepada yang berhak.

“Kalau perkara Ketua (PN Rantauprapat), saya harus dapat izin dulu. Lain kalau Ketua Majelis-nya bukan Ketua, bisa saya panggil,”kata R Aji Suryo sekitar pukul 14.05 WIB, sembari menyebutkan,“Kan JPU bisa banding sekalipun hanya barang bukti yang tidak sesuai dengan tuntutan,” saat disebutkan, penetapan pinjam pakai setelah tuntutan dan sebelum pembacaan putusan menimbulkan asumsi bahwa Majelis Hakim telah berkeyakinan dan akan memutus BB Mobil Mitsubishi Mirage tersebut akan dikembalikan kepada yang berhak.

Asumsi Putusan BB Mobil Dikembalikan Terbukti

Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.55 WIB, Majelis Hakim menggelar sidang agenda pembacaan putusan perkara nomor 182/Pid.Sus/2015/PN Rap di ruang Cakra PN Rantaprapat. Dalam akhir sidang, Ketua Majelis Hakim, Tumpal Sagala SH mengucapkan putusan BB berupa mobil Mitsubishi Mirage dikembalikan kepada yang berhak bernama Ishak.

Terdakwa Mashuri dan Amrizal Manurung masing-masing dihukum penjara 14 tahun, BB berupa 3 bungkus plastik klip berisi Narkotika sabu seberat 30 gram, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah Handphone merk Asiafone, 1 buah Handphone merk Mitto, 1 bungkus plastik klip, dan 1 buah bong dengan pipet dirampas untuk dimusnahkan, serta uang Rp5 juta dirampas untuk Negara. Namun pertimbangan Hakim atas pengembalian BB mobil Mitsubishi Mirage tidak dapat diketahui secara pasti dikarenakan suara Ketua Majelis, Tumpal Sagala SH dan Hakim Anggota Jhonson FE Sirait SH saat membacakan putusan secara bergantian tidak jelas terdengar.

Ketua Majelis yang juga merupakan Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala SH enggan memberikan tanggapan saat dikonfirmasi usai persidangan. Menurut Tumpal Sagala, hal tersebut dikarenakan perkara terdakwa Mashuri dan Amrizal Manurung telah diputus. “Saya tidak bisa memberikan keterangan. Sudah putusan,” kata Tumpal Sagala SH berdalih sambil beranjak menaiki tangga menuju ruang kerjanya di lantai 2.

Namun saat ditegaskan hal yang dikonfirmasi bukan terkait putusan tetapi terkait penetapan pinjam pakai BB Mobil Mitsubishi Mirage, Tumpal Sagala SH spontan menghentikan langkahnya sembari putar haluan kiri menghadap awak media ini dan mempersilahkan untuk dikonfirmasi esok hari. “Besoklah datang,”kata Tumpal spontan. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.