Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Jhon Hendrik Dukung RDP Buruh/Karyawan PT.PLP Di Kantor DPRD Labusel

Jhon Hendrik Dukung RDP Buruh/Karyawan PT.PLP Di Kantor DPRD Labusel

Labusel, suarasumut.com  –  Puluhan Buruh dan karyawan Perusahaan Perkebunan PT.Putera Lika Perkasa (PLP)Langgapayung Kecamatan Sei Kanan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan anggota DPRD, Disnaker, Pihak, Kepolisian, Danramil dan Dinas Kehutanan membahas permasalahan para buruh atau karyawan dengan seorang manager kebun karet yakni Muzakir di kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jum,at (18/9). Namun para buruh merasa kecewa Muzakir tidak hadir dan diwakilkan oleh Jhon Hendrik (Manager kebun kelapa sawit) diperusahan yang sama.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) dipimpin anggota DPRD Ir. Husni Rijal dari fraksi PDIP, setelah rapat dibuka, kemudian Husni Rijal memberikan kesempatan kepada perwakilan Buruh atau Karyawan untuk menyampaikan pokok permasalahan yang terjadi di perusahaan Perkebunan tersebut.

Mujianto sebagai perwakilan menyampaikan tuntutan agar pimpinan perusahaan tertinggi PT.PLP mencopot jabatan Muzakir sebagai manager kebun karet diperusahaan tersebut, mereka menilai Muzakir terlalu arogansi dan selalu mengintimidasi para buruh, tuntutan juga ditujukan pada perusahaan masalah Fasilitas yang yang tidak layak diberikan, seperti masalah

MCK perusahaan berjanji membangunya namun sampai saat ini belum juga dibangun, kemudian masalah atap rumah sudah banyak yang bocor dan sudah sering dilaporkan namun pihak perusahaan tidak pernah mau memperbaikinya, lemudian masalah rafel tahun 2013 digelapkan tidak diberikan pada karyawan, belum lagi beras catu yang berkutu yang di berikan Perusahaan sebagai ganti rafel yang tidak dibayar,”sebutnya.

Agusalim penderes juga menyampaikan kekecewaanya pada Muzakir yakni masalah lapangan atau lahan yg kotor atau semak tidak pernah dibabat atau dibersihkan perusahaan sehingga menyulitkan para penderes mengejakan deresanya, jika para penderes tidak mengerjakan lahan yang semak Muzakir selalu berbicara arogansi dan dan menantang para pekerja seperti mengucapkan “apa mau kamu saya tidak takut mau didemo perusahaan silahkan”, begitulah cara Muzakir menentang para pekerja,”ucap Agus.

Permasalahan ini sebenarnya sudah dilaporkan ke disnaker labusel dan sudah disepakati perjanjian antara perusahaan dan para buruh atau karyawan dikantor disnaker, pihak perusahaan mnyetujui agar muzakir tidak bekerja di PT.PLP dan pindah ke kantor Medan, ironisnya perjanjian tersebut dilanggar, pihak perusahhan tidak pernah memindahkan Muzakir, perjanjian tersebut sudah dibuat sejak tahun 2013, sampai sekarang muzakir tetap menduduki posisi manager masih arogansi pada para buruh atau karyawan.

Kadisnaker Trisno Juga Menyampaikan tuntutan dan permintaan buruh atau karyawan masih normatif, Disnaker membenarkan adanya perjanjian antara karyawan dengan pihak perusahaan, perjanjian tersebut jika dilanggar acuan pada undang undang, apabila sudah diperjanjikan jika ada yang melanggarnya maka akan masuk pada ranah hukum.

Namun untuk menindak pihak perusahaan bukan ranah disnaker, kami juga sudah melihat masalah pelanggaran perjanjian dan sudah memanggil pihak perusahaan masalah perjanjian yang ridak ditepati, namun pihak perusahaan tetap berdalih memakai peraturan perusahaan. Untuk fasilitas yang dituntut karyawan sudah ada tapi masih banyak yang harus dibenahi.

“Saya Syahdian Purba dari Fraksi Gerindra dengan tegas menyampaikan tidak perlu lagi menunggu melalui jalur hukum, tapi sudah jelas perusahaan melanggar perjanjian dan harus menuruti apa dituntut karyawan,”katanya.

Hal senada juga disampaikan H.Zainal Harahap dari fraksi PDIP dan zainal menambahkan agar perusahaan jangan suka mengumbar janji, tapi lakukan bagaiman mensejahterakan karyawan dan buruh, perusahan juga masih banyak melakukan pelanggaran seperti maslah CSR yang tidak jelas penyaluranya kami DPRD juga sudah menerima pengaduan LSM masalah CSR dan sekarang kami sudah membentuk tim pansus untuk memanggil pihak Perusahaan perkebunan PT.PLP yang dulunya lahan tersenut lahan HTI, Ungkap Zainal.

Perwakilan Perusahaan Jhon Hendrik hanya menjadi pendengar tidak mau berbicara pada saat RDP, diam membisu diduga seakan Jhon setuju dengan tuntutan para buruh atau karyawan agar Muzakir bisa dicopot.

Akhai Humas PT.PLP saat dikonfirmasi mengatakan kalau permasalahan demo mizakir saya tidak ada urusan, padahal seharusnya menjadi tanggup jawab bersama setiap permasalahaan perusahaan, namun Akhai mencoba menghindar seolah olah permasalahan yang terjadi adalah tanggung jawab muzakir sendiri. (Zr).

Kata kunci terkait:
hti pt plp kebun karet, Hti pt plp, jhon hendrik manager hti pt plp, nama namasecurity pt plp hti

Lihat Juga

Cegah Mismatch Menahun, BPJS Kesehatan Diminta Koreksi Diri

Jakarta | suarasumut.com  –  Anggota Komisi IX Irma Suryani mengibaratkan defisit yang dialami Badan Penyelenggara ...