Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Jelang Puasa Harga Daging Sapi Capai Rp.120 Ribu Perkilo

Jelang Puasa Harga Daging Sapi Capai Rp.120 Ribu Perkilo

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Menjelang bulan suci Ramdhan yang jatuh pada hari Senin (6/6), harga daging sapi melonjak di Pasar Gelugur Rantauprapat hingga Rp.120 ribu perkilonya. Menurut para pedagang, naiknya harga daging sapi dipicu karena tingginya permintaan konsumen menjelang bulan puasa.

“Semalam harganya masih Rp.110 ribu perkilo. Karena besok sudah puasa maka permintaan konsumen hari ini meningkat 100 persen. Makanya harganya mencapai Rp.120 perkilo,”ucap Rahmad salahg seorang pedagang, Minggu (5/6).

Menurutnya, naiknya harga daging sapi menjelang bulan suci Ramdhan merupakan tradisi yang terjadi setiap tahunnya. Tingginya permintaan konsumen namun terbatasnya stok daging merupakan penyebab naiknya harga.

“Pagi tadi ramai pembeli datang membeli daging sapi. Bahkan, 30 kilo daging sapi yang sudah ku sajikan untuk dijual sudah habis siang ini. Begitulah tingginya permintaan daging menjelang bulan puasa. Namun pada pertengahan puasa nanti harga daging akan kembali normal karena permintaan berkurang. Namun, menjelang Hari Raya Idul Fitri akan kembali meningkat. Dan hal ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya,” jelas Rahmad.

Sementara itu, sejumlah pembeli mengaku hanya bisa pasrah atas naiknnya harga daging sapi menjelang bulan puasa. namun mereka berharap agar pemerintah melakukan operasi pasar agar menekan harga dipasaran. “Kalau kami pembeli hanya bisa pasrah. Hanya saja, kalau bisa pemerintah secepatnya melakukan operasi pasar murah guna,”pinta pembeli.

Amatan Wartawan, harga daging Sapi di Pasar Gelugur Rantauprapat mencapai angka Rp.120 ribu perkilo, sedangkan di Pasar Sigambal dan pasar Aeknabara harga daging sapi hanya Rp.110 perkilonya. Menurut pedagang terjadinya perbedaan harga dikarenakan tingginya permintaan konsumen di Pasar Gelugur dibanding pasar lainnya.

“Pasar Gelugur ramai penduduknya dan lokasinya berada inti kota Rantauprapat. Berbeda dengan Pasar Sigambal dan pasar Aeknabara yang jauh dari kota Rantauprapat. Makanya terjadi perbedaan harga,”tandas pedagang.(ab/ss-rp)

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...