Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Isi Lahan Disapu, Masyarakat Petani Tapian Nauli Minta Ganti Rugi

Isi Lahan Disapu, Masyarakat Petani Tapian Nauli Minta Ganti Rugi

Tapteng | suarasumut.com  –  Pembakaran lahan dan pemusnahan jenis isi tanaman milik masyarakat petani Tapian Nauli (Poriaha) terhadap lahan baru yang sedang dibuka dari salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit diwilayah Desa Tapian Nauli I merasa dirugikan. Hal itu diundang pemerintah setempat pada sosialisasi permasalahan lahan.

Beberapa masyarakat petani Kecamatan Tapian Nauli yang mengaku sebagai pengelolah serta pemilik isi lahan jenis tanaman keras dan lainnya yang telah ditanam selama bertahun-tahun disekitar PLTU Labuhan Angin itu dimusawarahkan pemerintah setempat yang dihadiri camat yang mewakili, pihak Polres Tapteng, dan Kepala Desa Tapian Nauli I dan pengusaha.

“Yang dirugikan lahan isi kami ada seluas 50 hektar. Lahan ini sudah kami tanami sejak tahun 2010 dengan jenis tanaman keras dan yang lainnya, tetapi sekarang sedang berubah menjadi tanaman sawit yang dikelola suatu perusahaan,” kata Usuluddin Simanjuntak terhadap wartawan selesai sosialisasi bersama aparat pemerintah kecamatan di kantor kepala desa Tapian Nauli I, Jumat (21/07/2017), sekira pukul 18.16 Wib.

Usuluddin, salah satu petani yang menghadiri undangan itu mengaku bahwa sebelumnya tanah yang dikelola beberapa petani itu merupakan tanah terlantar (garapan/lahan tidur yang dihidupkan). Namun Ia sangat menyesalkan isi lahan tersebut sudah disapu perusahaan sawit tanpa ada pemberitahuan terhadap sejumlah petani.

“Padahal, kami sudah memiliki surat alas tanah tersebut. Ada juga yang mengaku hak milik, berdasarkan nama laporan dari undangan tersebut. Selama ini yang kami ketahui tidak ada yang menjual tanah,” terangnya.

Suherman Munthe salah satu pihak dari petani yang merasa dirugikan itu menyampaikan bahwa masing-masing petani tersebut mempunyai lahan seluas 2 hektar yang telah berjanji akan ganti rugi dari pihak perusahaan kelapa sawit.

”Sudah beberapa kali mediasai, mereka itu tidak pernah memenuhi ganti rugi sesuai janji yang dilontarkan perusahaan terhadap kami. Harapan kami agar janjinya itu segera ditepati,” pinta Suherman.

Kepala desa Tapian Nauli I, Erwin Sibagariang mengatakan bahwa isi lahan milik petani tersebut akan berusaha untuk dilakukan mediasi yang baik terhadap masyarakat yang merasa dirugikan itu. ”Nanti, dari pihak manapun akan dilakukan mediasi yang baik terhadap petani itu,” tandasnya.

Dalam sosialisasi tersebut salah satu pihak kepolisian Polres Tapteng dari Polsek Kolang menghimbau terhadap masyarakat agar tidak membakar hutan lagi terhadap lahan, kerena sesuai dengan aturan perundang-undangan yang telah dipampangkan untuk tidak dilakukan pembakaran hutan.(rl/ss-tt)

Lihat Juga

Bupati Labuhanbatu Hadiri Arahan Mendagri

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan kepada Forum Komunikasi ...