Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› IRT Anak Lima, Dianiya Suami Karena Terlambat Sediakan Makan

IRT Anak Lima, Dianiya Suami Karena Terlambat Sediakan Makan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Sahira rambe (40) warga dusun pirlok desa silumajang kecamatan NA IX-X terpaksa mendatangi polres Labuhanbatu. Pasalnya, Ibu Rumah Tangga (IRT) lima anak ini dianiya oleh suaminya berinesial INP (40) diduga karena terlambat menyediakan makan.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (29/8) diruangan SPK Polres Labuhanbatu, peristiwa penganiayaan yang dialami oleh korban terjadi pada hari kamis 27 agustus 2015 kemarin sekira pukul 16.30 wib. Saat itu, korban sedang membersihkan ladang yang berjarak 3 km dari rumahnya.

Tiba-tiba pelaku INP dengan mengendarai sepeda motor marah-marah dan langsung meninju wajah bagian kiri korban. Seketika itu korban langsung terjatuh.

“Sore itu tiba-tiba suami ku datang menggas-gas keretanya, sambil berkata mana makan ku. Setelah itu, aku didatanginya dan wajah ku langsung ditumbuknya hingga aku pingsan. Hanya gara-gara dia minta makan aku langsung dianiayanya. Luar biasalah memang dia itu,” kata korban sambil menunjuk wajah kiri bagian atasnya yang telah biram dan membengkak.

Setelah dianiaya, lanjut korban, dirinya pun pingsan tidak sadarkan diri. Sedangkan suaminya pergi meninggalkannya begitu saja. Beruntung, sejumlah warga yang melintas melihat korban dan langsung membawanya ke klinik terdekat.

“Untung lah saat aku pingsan di tolong warga. kalau tidak gak tau lah lagi dengan nasib ku ini,” ujar korban sambil mengusap matanya.

Setelah korban sadar, dirinya pun langsung musyawarah dengan keluarga untuk melaporkan tindakan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Labuhanbatu.

“Penganiayaan yang ku alami ini merupakan yang ke empat. suami ku tega menganiaya ku seperti ini lantaran dirinya sudah memiliki dua orang istri simpanan. Makanya ku lapor ke kantor polisi ini agar jadi efek jera baginya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SPK B Polres Labuhanbatu Aiptu Suheri membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat tentang KDRT.

” Korban Sudah di visum, dan kasusnya sedang ditangani Unit PPA” katanya. (ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
kdrt labusel

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...