Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Irama Afriyantina Pegawai Puskesmas Janji Angkola Berpacaran Dengan Lelaki Beristri Selama 2.5 Tahun
dav

Irama Afriyantina Pegawai Puskesmas Janji Angkola Berpacaran Dengan Lelaki Beristri Selama 2.5 Tahun

Purba Tua | suarasumut.com – Seorang Oknum Pegawai Puskesmas Janji Angkola Kecamatan Purba Tua Kabupaten Tapanuli Utara melakukan tindakan tidak terpuji. Oknum pegawai yang baru menyelesaikan prajabatan ini sudah menjalin hubungan yang sangat dekat selama 2.5 tahun dengan lelaki beristri inisial BHS.

Informasi yang diterima, oknum yang berinisial IA bermarga Hutabarat ini masih berstatus gadis. Akibat hubungan terlarang tersebut, menurut keterangan yang didapat bahwa IA sering meninggalkan wilayah kerjanya sampai berhari hari pada jam dan hari kerja demi bisa bersama dengan “lelakinya”.

Sesuai berita sebelumnya bahwa IA terkesan tidak memiliki beban moral dalam hal kerja sebagai abdi negara dan pelayan kesehatan masyarakat. Jelas ini sudah melanggar sumpah/janji sebagai pegawai fungsional yang diamanah oleh pemerintah kepadanya.

Hasil konfirmasi awak suarasumut.com ke oknum pegawai ini bahwa hubungan dia selama 2.5 tahun dengan BHS merupakan sebatas hubungan kakak beradik. Namun sebaliknya dalam pengakuannya bahwa mereka sering bersama sampai 3-4 hari pergi jalan jalan dan menginap dibeberapa hotel yang ada di Tarutung dan Pematangsiantar bahkan beberapa hotel yang ada di Medan kalau mereka lagi ke Medan.

Ketika BHS diminta informasinya, BHS dengan sedikit mengatur bahasanya bahwa dia menyangkal keterangan IA. Bahwa keterangannya yang mengatakan bahwa hubungan sebatas hubungan kakak beradik itu jelas kebohongan besar. Karena dalam perjalanan hubungan mereka selama 2.5 tahun sudah sangat dekat seperti layaknya hubungan berpacaran bahkan bisa dikatakan lebih dari berpacaran.

“Mana ada hubungan sebatas kakak beradik tapi melakukan tindakan diluar batas kewajaran, dan sudah sering menginap di kamar hotel yang ada di Tarutung, Balige, Pematangsiantar dan Kota Medan. Dan itu rutin kami lakukan setiap dua kali sebulan selama 8 hari dan tidak ada unsur paksaan,”terang BHS.

“Saya menganggap keterangan dia merupakan hal yang wajar untuk membela diri dan untuk menutupi aib karena mengingat status gadisnya. Tapi dia kan tak akan bisa mengelak karena semua bisa dibuktikan dengan adanya dokumentasi yang kami miliki juga Hotel tempat kami menginap,”jelasnya.

“Kalau dihitung sudah tak terhitung lagi penginapan yang sudah kami singgahi,”tutupnya.(rd/ss-tu)

Lihat Juga

Bayar PSK Pakai Uang Palsu, Oknum ASN Kabupaten Nias Ditangkap

Nias | suarasumut.com  –  Bayar jasa psk pakai uang palsu, oknum aparatur sipil negara berinisial ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *