Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Insan Pendidikan Diimbau Perhatikan Dan Terapkan Konsep “Laku Telu”

Insan Pendidikan Diimbau Perhatikan Dan Terapkan Konsep “Laku Telu”

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua mengimbau insan pendidikan di Kota Gunungsitoli memperhatikan dan menerapkan konsep “Laku-Telu” atau tiga peran yang dirumuskan dalam frasa bahasa Jawa “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”.

Artinya, apabila berada di depan hendaknya dapat memberi teladan, apabila berada ditengah dapat memberi ilham (inspirasi) dan apabila berada dibelakang hendaknya dapat memberikan motivasi/dorongan pada anak/peserta didik.

Imbauan tersebut disampaikan Wali Kota Gunungsitoli Ir.Lakhomizaro Zebua pada acara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke 21 di halaman kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Selasa (2/5).

Wali Kota juga mengingatkan,peringatan Hardiknas tak pernah lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Beliau dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional yang memberikan tiga pesan penting bagi kita semua, terlebih kepada para Insan Pendidikan.

Tiga pesan penting tersebut adalah Panca Dharma yang artinya Pendidikan perlu beralaskan lima dasar seperti kemerdekaan, kodrat alam, kebudayaan, kebangsaan dan kemanusiaan.

Kon Tiga yang artinya penyelenggaraan Pendidikan harus berdasarkan atas kontinuitas (berkelanjutan), konvergensi (terpadu) dan konsentris (berakar di bumi tempat dilangsungkannya proses pendidikan).

Tri Pusat Pendidikan yang artinya Pendidikan hendaklah berlangsung di tiga lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat yang mana saling berhubungan simbiosis dan tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Ketiga peran tersebut harus dilaksanakan secara seksama baik bergantian maupun serempak dalam tampilan sosok pemimpin pendidikan yang utuh.

Dia juga menyampaikan penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada seluruh Insan Pendidikan di Lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli. Menurut dia, pengorbanan dan pengabdian insan pendidik sejauh ini dinilai cukup membuahkan hasil yang menggembirakan.

“Sekalipun disana sini masih banyak masalah dan menimbulkan ketidakpuasan. Justru hal tersebut menuntut insan pendidikan untuk terus menemukan terobosan terobosan baru disatu sisi, dan reformasi regulasi, reformasi sistem serta reformasi personal di pihak lain,”ujar Wali Kota.

Menurut Wali Kota, tema yang diusung dalam peringatan Hardiknas Tahun 2017 ini yaitu “Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas“.

Tema tersebut menuntut semua untuk berupaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan, dengan sasaran agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjangkau layanan pendidikan yang merata dan berkualitas, sebagaimana telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”.

Sesuai pantauan pada peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah ke 21, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Gunungsitoli melakukan penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Joko Widodo bagi Aparatur Sipil Negara yang telah mengabdi selama 30, 20 dan 10 tahun di Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Penyematan dilakukan langsung oleh Wali Kota Gunungsitoli secara simbolis kepada penerima yang berjumlah 8 orang dari keseluruhan penerima dan disertai penyerahan Piagam Penghargaan.

Adapun Penerima Satyalancana Karya Satya 30 Tahun berjumlah 231 orang, Penerima Satyalancana Karya Satya 20 Tahun berjumlah 152 orang dan Penerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun berjumlah 116 orang, dengan total seluruhnya 499 penerima.(al/ss-gs)

Lihat Juga

Capai Pelayanan Paripurna, RSUD Rantauprapat Gelar Bimbingan Dari KARS Pusat

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Demi meningkatkan pelayanan Prima untuk masyarakat, RSUD Rantauprapat rela mengadakan bimbingan ...