Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Ingin Untung Besar, Proyek APBD Dikerjakan Asal Jadi?

Ingin Untung Besar, Proyek APBD Dikerjakan Asal Jadi?

Bilah Hilir | suarasumut.com  –  Sejumlah proyek yang ada diKecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu banyak yang dikerjakan asal-asalan, seperti menggunakan material tak berkualitas, campuran semen dan pasir tak sesuai standart bahkan menggunakan air parit sebagai bahan campuran .

Akibatnya, kualitas bangunan tentu buruk dan disangsikan dapat bertahan lama, sebab dalam pengerjaannya terkesan asal jadi, kuat dugaan kalau pihak rekanan hanya mementingakan ke untungan tanpa melihat kualitas serta mutu pekerjaan.

Kecurigaan ini diperkuat dengan kelakuan para rekanan yang jarang mencantumkan plang proyek, dan sengaja tidak mencantumkan besarnya volume (Meter) proyek yang dikerjakan di plang sebagi bentuk tranparan falam penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD Tingkat II Kabupaten Labuhanbatu.

Tanpa memikirkan kualitas, para rekanan seakan tidak takut dengan sanksi dari pelanggaran yang mereka lakukan, dilapangan para pekerja secara terang terangan melanggar RAB yang sudah ditetapkan. Salah satunya proyek peningkatan jalan dan bangunan rabat beton di Desa Sei Kasih Kecamatan Bilah Hilir, dari pantauan wartawan, Rabu (26/10) dalam pekerjaannya para pekerja tanpa diawasi dinas terkait, menggunakan air parit (limbah) yang bersumber dari air pembuangan kamar mandi warga sekitar, yang warnanya hitam dengan menyedotnya menggunakan mesin pompa air. Proyek yang dikerjakan oleh CV KM tersebut menggunakan dua merk semen yang berbeda yakni Holcim dan Tiga Roda.

Begitu juga halnya dengan pengerjaan proyek rabat beton di Kelurahan Bangunsari yang dikerjakan CV TS juga terlihat amburadul, diduga untuk mengelabui hasil kerjanya, mereka menambalnya dengan semen cair pada beberapa titik sehingga terlihat buruk.

Belum lagi proyek peningkatan jalan di Desa Sidomulyo yang dikerjakan oleh CV AP, jenis kerikil yang digunakan berkualitas rendah alias kerikil murahan yang persentase campuran nya 20 % batu dan 80% tanah.

Anto (38), warga Sidomulyo yang ditemui disebuah warung yang tidak jauh dari lokasi proyek, mengaku kecewa pada pengerjaan proyek tersebut, dan menurutnya pihak rekanan hanya mengerjakan seperempat dari anggaran yang dianggarkan. “Gak pala sampai dua bulan sudah hancurnya ini nanti, kalau seperti ini kerjaannya. Aku pun bisa ngerjakannya, tapi yaa..beginilah Pemerintah ini..lebih banyak ke kantong dari pada yang dikerjakan,” pungkasnya.

Menyikapi hal ini, Ketua Aliansi Penyelamat Indonesia (API) Labuhanbatu, Muslim Manik, ketika dimintai tanggapannya terkait sejumlah proyek yang tidak sesuai RAB tersebut mengatakan, hal itu perlu dipublikasikan dimedia, agar diketahui publik dan dinas, sebab tidak menutup kemungkinan pago-pago yang dikeluarkan untuk memperoleh proyek ini tergolong besar.

Ia juga menambahkan, selain sanksi administratif tersebut, jika terbukti ada proyek yang bermasalah, maka kontraktor dapat dikenakan denda paling banyak 10 persen dari nilai kontrak, atau pidana paling lama lima tahun penjara.(ta/ss-lb)

Kata kunci terkait:
rab apbd mandailing natal, aja ke falam, RAB apbd karo

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...