Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› HUT Ke – 68 Bhayangkara, Polres Labuhanbatu Hanya Tangkap 10 Tersangka Kasus Kecil

HUT Ke – 68 Bhayangkara, Polres Labuhanbatu Hanya Tangkap 10 Tersangka Kasus Kecil

Rantauprapat, suarasumut.com – Menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke -68 Polres Labuhanbatu hanya mampu memaparkan tangkapan sepuluh tersangka tindak kejahatan dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam Press releasenya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Eko Triyulianto beserta Kanit Jatanras Ipda M Ilham Lubis, Selasa (01/07) mengatakan, dari kesepuluh tersangka itu, tiga orang merupakan pelaku kejahatan tindak pidana pencurian dengan kekerasan,dua orang pelaku pencurian, empat orang tersangka kasus perjudian dan satu orang tersangka kasus pemerasan.

“Jadi, ada sepuluh tersangka dari empat kasus kriminal yang berhasil kita amankan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan dalam paparannya di Halaman Mapolres Labuhanbatu. Dari tangan kesepuluh tersangka itu,lanjutnya, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan diantaranya, satu unit sepeda motor, sejumlah handphone, satu unit mesin ganset, satu tabung gas, 1 unit televisi, dua unit mesin judi jackpot, sejumlah senjata tajam dan ratusan ribu uang tunai,ini semua barang bukti hasil kejahatan yang kita amankan,”jelasnya.

Data diperoleh, adapun tiga tersangka pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan yakni Yetno (26) warga Jalan Torpisang Mata Rantauprapat, Alhakim Nasution (25) warga jalan Perisai Rantauprapat dan Iskandar Pratama (17) warga Jalan Khairul Anwar Rantauprapat.

Selanjutnya, dua tersangka kasus pencurian yakni Budi Marjan Pulungan (25) warga jalan Letda Sujono, Medan dan Muhammad Ridwan (18) warga jalan Prisai Rantauprapat. Empat tersangka kasus perjudian yakni Lambok Leonardo Sitanggang (29), Supriadi (25) warga Batu Tunggal, Labura, M Togoan Simatupang (31), warga Batu Tunggal Labura dan Abdul Manan Dalimunthe (26) warga Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Labuhanbatu. Dan terakhir, seorang tersangka kasus pemerasan yakni Doni Impun Samping Tua Sinaga (19), warga Simpang Hokli Rantauprapat.

Polres Masih Tangkap Kasus Kecil

Namun, keberhasilan pihak Polres Labuhanbatu yang mengamankan 10 tersangka kasus tindak kriminal itupun ditanggapi miring oleh sejumlah kalangan masyarakat.

Koordinator Lembaga Pengawas Supremasi Hukum Republik Indonesia (LPSH-RI) AS Siregar menilai, pihak Polres Labuhanbatu masih gagal memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat Labuhanbatu. Sebab katanya, masih banyak kasus perampokan besar yang hingga kini belum terungkap.

“Jadi, yang ditangkap itukan hanya kasus-kasus kecil. Kasus-kasus perampokan besar kan belum berhasil ditangkap. Jadi itu bukan prestasi namanya,” ujarnya kepada Wartawan, Selasa (01/07).

Dijelaskannya, seperti kasus-kasus kriminal yang baru-baru ini terjadi, yakni pada Senin (23/6) sekira pukul 14:00 wib, ketua MPC PP Labusel ditembak OTK saat mengemudikan mobilnya di wilayah Desa Sei Rumbia Labusel. Untung aksi itu tidak berhasil dan memakan korban, namun pelaku belum terdeteksi keberadaannya. Selanjutnya, situasi semakin tidak terkendali dengan dirampasnya sepeda motor milik pengacara yang dibawa pembantunya saat melintas di Desa N3 Kecamatan Bilah Hulu. Pelaku berhasil merampas sepeda motor yang dibawa, dan lagi- lagi pelaku belum berhasil di identifikasi hingga kini.

Belum lagi 3 kasus perampokan bersenjata api (bersenpi) yang terjadi pada Mei 2014 lalu yang para pelakunya hingga kini belum tertangkap. Diantaranya, aksi perampokan yang terjadi di Simpang Kencing Desa Sei Meranti, Labusel, Jumat (23/5) lalu. Dalam kasus ini, seorang pengecer minyak bernama Mahyuddin Siregar (31) warga Jalan Labuhan Kelurahan Kotapinang Kecamatan Kotapinang, Labusel, tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit, usai ditembak kepalanya oleh kawanan perampok tersebut. Para pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang itu berhasil membawa kabur uang yang dibawa korban sebanyak Rp27 Juta.

Tiga hari kemudian, aksi perampokan bersenpi kembali terjadi di wilayah Hukum Polres Labuhanbatu, Amin Munthe (52), warga Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA-IX-X dirampok 2 pria pengendara sepeda motor di Desa Aek Marbatu, Kecamatan Aek Natas, Senin (26/5) pagi sekira Pukul 10.00 WIB. Uang Rp250 juta milik toke sawit lenyap dilarikan kawanan perampok, sementara korban mengalami luka-luka setelah dipukul gagang pistol.

Selanjutnya,kasus perampokan yang terjadi di kawasan Jalan Gelugur Rantauprapat, Kamis (29/5) lalu. Di arel Pasar Gelugur ini, seorang pedagang buah, Dalila (31), dirampok pria menggunakan senjata api. Meski tak berhasil menyikat uang tunai, pelaku diperkirakan berusia 45 tahun itu, berhasil merampas kalung emas senilai Rp3 juta dari leher korban,”Jelasnya.(ao/ss/rp).

Kata kunci terkait:
kapolres labuhanbatu, kapolres labuhan batu 2014

Lihat Juga

UNHAR: Workshop Penulisan Buku Ajar Bagi Dosen Fakultas Teknik Dan Komputer

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik dan Komputer, Universitas Harapan Medan (UNHAR) mengadakan Workshop Penulisan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *