Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Hukum Diwilayah Polsek Bilah Hulu ‘Tumpul’, Pelaku Penganiayaan Bebas Berkeliaran

Hukum Diwilayah Polsek Bilah Hulu ‘Tumpul’, Pelaku Penganiayaan Bebas Berkeliaran

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Hukum yang seharusnya ditegakkan sesuai dengan amanat didalam Kitab Undang Undang Hukum Pidana ( KUHP ) dan reformasi dibidang hukum itu telah berjalan sesuai dengan aturan yang ada.Tapi,di Polsek Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, pelaku penganiayaan tidak ditangkap bahkan pelaku masih bebas berkeliaran.

Padahal, Erwinsyah Lubis (36) warga lingkungan Sidorejo Kelurahan Sidorejo Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu adalah sebagai korban penganiayaan yang dilakukan oleh Khairul Ritonga alias Irul (35) warga yang sama.Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Khairul Ritonga terhadap korban penganiayaan Erwinsyah Lubis terjadi pada hari Selasa tanggal 18 Agustus 2015 sekitar pukul 07.00 wib pagi hari di Desa Bandar Tinggi Kecamatan Bilah Hulu. Korban penganiayaan Erwinsyah Lubis telah melapor ke Polsek Bilah Hulu Aek Nabara Kabupaten Labuhanbatu dengan bukti laporan STPL /119/VIII/2015/SU/RES-LBH/SEK B Hulu pada hari Selasa 18 Agustus 2015 sekitar pukul 17.00 wib sore harinya, yang diterima oleh Ka SPKT “B” Aipda A Siregar.

Dikatakan Erwinsyah,pada Rabu (16/09) awal permasalahannya adalah mengenai hutang piutang uang antara korban Erwinsyah Lubis dengan Khairul Ritonga alias Irul, pada tahun 2011 yang lalu.pinjaman uang kepada Khairul Ritonga pada waktu itu sekitar Rp 800 juta dan uang pinjaman tersebut sudah dikembalikan oleh korban Erwinsyah Lubis dengan bayaran sertifikat sebuah rumah mewah dan tanah yang berisikan kebun sawit seluas delapan (8) hektar bersertifikat yang saat ini telah ditangan pelaku Khairul Ritonga.

“Kalau dihargakan dengan uang, rumah dan tanah kebun sawit 8 hektar tersebut sebesar Rp 1,5 Milyar,“ucap Erwinsyah yang didampingi tulangnya T Ritonga.

Selanjutnya,bahwa pinjaman uang dari pelaku penganiayaan Khairul Ritonga yang dikenal sebagai “ Ulat Bulu “ ( Rentenir ) tersebut pinjaman uang dikenakan bungan lima belas persen dari pinjaman pokok. Namun, hal itu telah dilunaskan dengan bunganya sesuai dengan perjanjian yang mana sebuah rumah bersertifikat dan tanah perkebunan sawit seluas delapan (8) hektar itu telah dibalikkan nama menjadi milik sipelaku yaitu Khairul Ritonga dengan sertifikatnya.

“Tentunyakan uang kami masih berlebih sesuai dengan harga rumah sertifikat dan tanah kebun sawit tiga hektar itu. Dan, si Khairul mau mengembalikan sisa uang kami itu dengan sarat surat sertifikat itu dibalikkan atas namanya dan itu sudah kami penuhi serta. Nah, kenapa saya tiba tiba dipukulinya dan disekap didalam gedung ruko milik Khairul Ritonga, “ujar Erwinsyah Lubis.

Erwinsyah Lubis menjelaskan lagi, bahwa ianya ( Erwinsyah Lubis red ) dilihat oleh sipelaku Khairul Ritonga melintas di Desa Bandar Tinggi dengan naik mobil sedan merk Baleno BK 451 FA dan dikejar oleh si pelaku penganiayaan Khairul Ritonga dengan menaiki mobil sedan BK 1905 dengan anggotanya berinsial Alex. Setelah ketemu di Dusun Purba Sari Desa Bandar Tinggi Kecamatan Bilah Hulu didepan rumah Hamdan Rambe tersebut, si pelaku penganiayaan Khairul Ritonga meminta uang lagi kepada korban Erwinsyah Lubis dengan menyuruh korban Erwinsyah untuk menjual tanah abangnya lagi.

“Saya tidak mau menuruti permintaan si Khairul itu dan disitulah saya dipukulinya didepan pak Hamdan Rambe dan teman pelaku Alex. Setelah dipukuli muka saya dan saya dipukul lagi dengan memakai kayu bulat dan setelah itu saya dimasuk kan kedalam mobil sedan milik Khairul dan dibawak ke sebuah gedung roku didaerah lingkungan Sidorejo Kelurahan Sidorejo Sigambal Rantau Selatan dan anggotanya didalam gedung ruko tersebut ada dua orang yang menyaksikan, saya disiksa disitu serta kepala saya ditusuk tusuk dengan alat pulpen sehingga saya muntah darah, “sebut Erwinsyah.

Setelah selesai si pelaku melakukan penganiayaan terhadap Erwinsyah Lubis, pelaku Khairul Ritonga membebaskan korban dengan keadaan berdarah darah, badannya dan seraya mengancam korban supaya tidak melanjutkan masalah penganiayaan tersebut ke Polisi.

Namun, korban tidak terima dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Bilah Hulu Aek Nabara Kabupaten Labuhanbatu bersama keluargaanya.ironisnya, telah dilakukan pemeriksaan terhadap korban penganiayaan Erwinsyah Lubis di Polsek Bilah Hulu serta lengkap dengan hasil visum korban dari dokter rumah sakit, dengan jelas ada luka sobek diwajah sebelah kanan dekat mata yang mengeluarkan darah serta luka dibagian jidat depan atas mata dan bekas tusukan berlubang diatas kepala sebanyak empat tusukan

Namun, sampai berita ini diturunkan pihak Kapolsek Bilah Hulu AKP Sugeng belum memproses pelaku serta menangkapnya. Sedangkan sipelaku bebas berkeliaran didaerah Sigambal dan Rantau Prapat. Pelaku Khairul Ritongan dikenal masyarakat Sigambal sebagai orang kaya. Dan, yang anehnya, mobil Baleno BK 451 FA milik korban ditahan di Polsek Bilah Hulu sedangkan Mobil milik pelaku penganiayaan Khairul Ritonga tidak ditahan di Polsek Bilah Hulu untuk sebagai barang bukti terjadinya tindak pidana penganiayaan sesuai dengan pasal 351 dari KUHPidana.

Sementara itu, Kapolsek Bilah Hulu Aek Nabara Kabupaten Labuhanbatu AKP Sugeng SIK melalui Kanit Reskrim Iptu M Ilham Lubis SH sewaktu dikonfirmasi wartawan, membenarkan hal tersebut adanya tindak penganiayaan. Namun, masih dalam proses pemeriksaan dan penyidikan Polsek, katanya.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
polsek bilah hulu, asmara terlarang janda sekdes aborsi, polsek aek nabara, berita kriminal aek nabara, Berita kriminal polsek aek nabara, Berita polsek aeknabara, berita seputa sigambal, khairul anwar ritonga - rantau parapat

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...