Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Hujan Deras Landa Sibolga-Tapteng Sebabkan Longsor, Ibu Hamil Bersama Putrinya Tewas Tertimbun

Hujan Deras Landa Sibolga-Tapteng Sebabkan Longsor, Ibu Hamil Bersama Putrinya Tewas Tertimbun

SIBOLGA | suarasumut.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Senin kemarin mengakibatkan satu unit rumah permanen di Kampung Baru Sikaje-kaje Kelurahan Aek Manis Sibolga Selatan tertimbun longsor hingga menelan dua orang korban meninggal dunia dan satu orang mengalami luka cukup serius dibagian kepala, Senin (26/3/2018) kemarin malam.

Informasi yang dihimpun dari salah seorang tetangga korban Siti Romina (38) menyatakan ke 3 orang korban tersebut terdiri dari satu keluarga seorang ibu sedang dalam keadaan hamil Linda Junita (32) dan 2 orang anak, Flara Citra Kirana (5) meninggal dunia dan Stefani Clara Audya (7) mengalami luka dibagian kepala.

“Kalau kejadian persisnya enggak tahu pasti, tapi itu tadi terjadi sekitar pukul 19.30.Wib terdengar suara longsor kuat kali, jadi kami lihat rumah itu sudah pecah kena longsor. Orang berlarian kesitu, dicari-dicari dapat lah si Audya dalam keadaan tertimbun, masih hidup, dilarikan langsung kerumah sakit. Disanalah dia (Audya, red) cerita kalau mamaknya juga tertimbun dalam rumah,”jelasnya.

Dari keterangan Audya tersebut lanjut Siti menjelaskan, orang-orang yang berada dilokasi berusaha menggali tanah yang sudah menimbun rumah korban hingga mencapai 70 cm. guna mencari keberadaan korban lainnya, turut dibantu oleh personil BPBN, dan personil Polsek Sibolga Selatan yang tiba tidak lama setelah kejadian hingga akhirnya berhasil menemukan 2 orang korban yakni ibu dan anak dalam keadaan berpelukan dan sudah tidak bernyawa.

“Anaknya yang selamat itu tadi yang memberitahu kalau mamak nya dan adiknya tertimbun dalam rumah itu, jadi orang-orang yang ada disitu menggali tanah dibantu BPBN dan Polisi ada sekitar 2 jam lamanya barulah dapat karena meraba-raba dimana posisi letaknya dan ditemukan orang itu dalam posisi berpelukan tapi uda meninggal. Mamaknya itu pun sedang hamil pula itu,”jelas Siti.

Diketahui, ke dua orang korban meninggal dunia tersebut atas nama Linda Juniati dan Flara Citra Kirana keduanya Ibu dan anak dibawa kerumah sakit RSU Fl. Tobing, saat ini sudah disemayamkan dirumah orang tuanya, di Jalan Murai Kota Sibolga.

Sementara Audya masih bisa terselamatkan dari kejadian naas tersebut sebelumya sudah dilarikan ke Rumah Sakit dan sedang menjalani perawatan intensif.

Sementara, di kawasan Kelurahan Aek Muara Pinang, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga juga seorang balita berjenis kelamin berusia sekitar 1,5 tahun juga ditemukan tewas terbawa arus banjir yang melanda daerah tersebut. Belum diketahui secara pasti penyebab balita tersebut bisa terbawa arus banjir.

“Anak itu bernama Aura Kasih Eklesia boru Simanjuntak berusia kurang lebih 1,5 tahun. Ditemukan di bawah jembatan atau semacam gorong-gorong di depan rumah korban. Dan saat ini jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Jalan Toto Harahap, Rawang Dua, Kelurahan Aek Muara Pinang.

Dilokasi berbeda, bukit di Kelurahan Pancuran Bambu juga longsor dan menghantam sebuah sekolah Madrasah yang berdekatan dengan sebuah Masjid.

Akibat longsor ini pekarangan masjid tertimbun material longsor. Warga bergotong royong untuk membersihkan material longsor berupa tanah lumpur dan bekas pepohonan tumbang. Hingga kini warga masih khawatir akan longsor susulan lantaran hujan deras masih mengancam wilayah Sibolga.(ip/ss-tt)

Lihat Juga

Sita 6 Janjang TBS Dan Egreg, PT Tolan Amankan Pencuri Sawit

Labusel| suarasumut.com  –  Seorang tersangka pencuri sawit milik PT Tolan tiga indonesia kebun perlabian estate ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *