Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› HKTI Labusel Akan Gelar Seminar Ketahanan Pangan

HKTI Labusel Akan Gelar Seminar Ketahanan Pangan

Labusel, suarasumut.com – Dewan Pengurus Kabupaten Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Labuhanbatu Selatan, akan menggelar seminar terkait teknik industri dan produktivitas hasil perkebunan dan pertanian tanaman palawija dalam ketahanan pangan pada tanggal 26 maret 2015 di Royal Permata Hotel Kota Pinang mendatang.

Ketua DPK HKTI Labusel Abdul Bahut Siagian SP di Kantor Seketariat DPK HKTI Labusel Jalan simpang 3 Bukit No 99 Kota Pinang mengatakan, dalam meningkatkan produksi hasil perkebunan dan pertanian bahwa HKTI Labusel akan menggelar seminar yang nantinya akan bekerjasama dengan pihak Rispa Sumut.

Tujuannya agar tetap menjaga hasil yang baik serta pengembangkan ketahanan pangan dengan segala persiapan yang matang agar berjalan dengan sukses dan lancar. Sedangkan para seluruh peserta seminar akan dibekalli sertifikat nantinya.

“Kita sudah rapatkan dengan seluruh pengurus HKTI Labusel, baik soal narasumber untuk hadirkan pakar pertanian dan perkebunan dari Rispa Sumut. Dan juga HKTI akan membantu melakukan penyuluhan kepada petani agar mereka mengerti dalam memilih bibit yang bagus serta tata cara perawatan dan pemupukan nantinya,”sebutnya.

Lebih lanjut, kata Abdul Bahut Siagian SP, untuk kerja jangka panjang HKTI Labusel juga sedang berjuang mencari untuk lokasi lahan ketahanan pangan. Namun semuanya ini perlu dukungan dari Bupati Labusel serta instansi terkait karena perlu ada koordinasi serta kerjasama upaya dalam memajukan petani perkebunam dan petani pertanian tersebut.

Dijelaskannya, dalam kerjasama antara HKTI dan Pemkab bisa saja menemui para pimpinan perusahaan yang arealnya sedang replanting sehingga para petani dengan mudah melakukan untuk bercocok tanam.

Misalkan, saat ini ada arel Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Torgamba dan Desa Meranti Kecamatan Torgamba dengan luas areal diperkirakan lebih kurang sekitar 30000 hektare sudah melakukan repelanting secara berkala. “Kalaulah lahan tersebut, bisa digunakan oleh HKTI, untuk bercocok tanaman palawija secara berkala dan terwujud, maka kedepan Labusel akan ketahanan pangan mampu memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat khususnya kesejahteraan para petani,”tegasnya.

Meskipun dalam artian, ucap Abdul, bahwa HKTI Labusel tidak mau ada pandangan negatif seperti kata penggarapan lahan tanah tetapi sebagai bentuk dalam mengembangkan usaha petani untuk menumpang bercocok tanam, itupun sesuai hasil masukan dari seketaris jenderal DPN HKTI Pusat bagaimana arahan serta tata cara dalam pemanfatan lahan tanah tersebut.

Ditempat serupa, Seketaris DPK HKTI Labusel Ratna Dewi Hasibuan juga menuturkan, bahwa seluruh pengurus HKTI harus solib serta bekerjasama demi mewujudkan cita-cita HKTI Labusel dapat tercapai dan dipercaya oleh para petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Labusel Rosihan Noor, Jumat (20/2) di kantornya kepada awak media mengatakan, bahwa program ketahanan pangan sangat diutamakan oleh pemerintah pusat. Hal ini, tentu berkaitan dengan daerah.

“Jadi kalau HKTI Labusel akan menggelar seminar tentang pertanian dan perkebunan tentu baik sekali, artinya kita sangat mendukung karena ini program Nasional, tetapi dalam ketahanan pangan gunakan areal pekebunan dan kehutanan seperti HTI, tentu kita harus mempelajari dulu gimana caranya, karena ini adalah wewenang Menhut,”ucapnya.(mh/ss/ls)

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...

  • marlon juanda

    wooow amazing