Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Hilangkan Tiga Nyawa & Enam Luka Parah, SPBU Simpang Mangga Kembali Beroprasi

Hilangkan Tiga Nyawa & Enam Luka Parah, SPBU Simpang Mangga Kembali Beroprasi

Rantauprapat, suarasumut.com – peristiwa bernomor 14.214.280 yang meledak tepatnya di Jalan sisinga Mangaraja,Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan,Labuhanbatu simpang Mangga pada tanggal 18-9-2011 lalu, kini beroprasi kembali.

Padahal, peristiwa yang menghilangkan nyawa Legiman (22) karyawan SPBU dan temannya hingga menewaskan warga sekitar di Rumah sakit dan enam luka parah itu hingga kini tersangka SPBU itu belum juga diketahui pasti siapa biang dari kejadian peristiwa itu.

Anehnya,meski perkara itu masih terbilang diproses oleh Hukum, namun SPBU pengambil nyawa warga itu masih beroprasi seperti SPBU lainya.

“Sudah buka SPBU yang meledak itu,sudah gimana tersangkanya itu, apakah sudah diproses sesuai Hukum yang berlaku?,”tanya Tohang warga Rantauprapat saat ditemui wartawan di komplek jualan buahnya di jalan Simpang Mangga, Selasa (24/3).

Sementara Kajari Rantauprapat Hermon Dekristo melalui Kasi intel A.Frianto Naibaho dikonfirmasi diruang kerjanya mengatakan kalau berkas tersangka Direktur SPBU Kusbuana alias Ahok dikembalikan ke polisi karena dinyatakan belum lengkap.

“Dari data yang kita miliki berkas tersebut dikembalikan ke Polres Labuhanbatu karena dinyatakan belum lengkap, dan hingga saat ini Polisi belum melengkapi atas kurangnya permintaan JPU,”jelas Frianto.

Untuk diketahui sebelumnya,SPBU Simpang Mangga No. 14.214.280 di Jalan Sm Raja, Kelurahan Bakaran batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan batu, Minggu (18/9) sore, meledak. Dua tewas, delapan luka-luka.

SPBU yang mempunyai 7 pompa pengisian BBM itu, satu tempat dengan penimbunan, penjualan tabung elpiji ukuran 3 Kg. Dari informasi, sebelum meledak, 3 truk Colt Diesel sarat muatan tabung gas elpiji 3kg parkir berdekatan dengan tangki pendam (tangki timbun) di dalam tanah, pada salah satu sudut ruangan lokasi bangunan.

Sedangkan, di seberang bangunan dengan batas tembok setinggi sekira dua meter, atau di bagian belakang SPBU terdapat pemukiman warga. Awal malapetaka itu, menurut mandor SPBU, Sugianto, ditandai dengan guncangan seperti gempa.

“Tiba-tiba pompa nomor dua terangkat ke atas karena pipa yang menghubungkan tangki pendam dan pompa meledak,”jelasnya.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.