Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Harga Raskin Dan Pengurangan Jatah Disoal

Harga Raskin Dan Pengurangan Jatah Disoal

KOTAPINANG, suarasumut.com – Tingginya harga beras orang miskin (Raskin) serta pengurangan jatah bagi warga yang terdaftar menjadi persoalan tersendiri di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Informasi diperoleh, saat ini harga raskin di Dusun Mandala Sena Desa Mandala Sena Kecamatan Silangkitang Labusel dengan isi berat 15 Kg sebesar Rp24000, kini menjadi Rp. 42000 (Pergoni-Red). Bahkan sesuai per Triwulan bagi penerima terdaftar yang harus mendapat jatah tiga goni kini dikurangi menjadi satu goni.

Sehingga membuat warga sebagai penerima merasa kecewa dianggap pemerintah daerah tak berpihak kepada orang kecil tersebut. Kades Mandala Sena Labusel, Sundoyo ketika dikonfirmasi mengakui, belum mengetahui persoalan tersebut. “Saya sama sekali tidak tahu itu, nanti kita cek dulu kebenaran harga tersebut,”sebutnya.

Camat Silangkitang Labusel, Jumilan ketika dikonfirmasi menuturkan, soal tingginya harga mencapai Rp 42.000, diyakininya harga itu sudah tidak benar, tentu ini akan dilakukan pengecekkan secepatnya atas kebenarannya.

Terkait jatah 3 goni per 3 dikurangi, Jumilan menjelaskan, memang benar ada pengurangan jatah tersebut. Sesuai alasanya, kata Jumilan, karena saat ini berimbas akibat merosotnya harga sawit dan karet. Sehingga jumlah keluarga miskin di Kecamatan Silangkitang bertambah naik draktis.

“Maka kami berupaya membaginya agar mereka yang belum terdaftar juga bisa mendapatkan raskin tersebut,”terangnya.

Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Labusel Sahman Ritonga SE ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, soal mengenai harga raskin bahwa pemkab Labusel jangan melewati harga dari Rp 1600 Kg, sedangkan warga miskin yang terdaftar untuk jatah harus menerima tiga goni untuk jatah tiga bulan.

“Terima kasih, dengan adanya informasi dari rekan media, bahwa harga raskin di lapangan sudah melebihi harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah, maka kita akan cek dulu kebenarannya,”jelasnya.

Sementara, (42) warga Kecamatan Torgamba mengatakan, ada sebuah pertanyaan besar bagi warga tentang harga raskin. Karena dianggap sebagai objek bisnis akibat lemahnya pengawasan tersebut.

“Dalam pertanggungjawaban seharusnya, untuk biaya transport raskin terdapat dalam ADD jangan sampai warga yang harus membayar Rp50000 pergoni isi berat 15 kg dalam pengambilan itu, kita harapkan kepada para Kades,”katanya.
(zr/ss/ls)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.