Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Harga Karet Turun, Warga Poriaha Tapteng Rintis Penanaman Singkong

Harga Karet Turun, Warga Poriaha Tapteng Rintis Penanaman Singkong

Tapteng, suarasumut.com – Ditengah terpuruknya harga getah karet, warga Desa Tapian Nauli III Poriaha Kecamatan Tapian Nauli Tapanuli Tengah (Tapteng) saat ini sedang merintis pengembangan pertanaman singkong sebagai upaya untuk menyanggah kebutuhan rumah tangga dan meningkatkan pendapatan.

Kemarin, Senin (12/5) sebanyak 25 orang yang tergabung dalam kelompok pengembangan, melakukan panen perdana diatas lahan seluas 3 hektar atau sekitar 15 ribu pokok. Hasil panen, diperkirakan menghasilkan 20-30 koligram perbatang.

Hotdatua Hutagalung, perintis pertanaman singkong di Poriaha ketika ditemui di kebun miliknya sekitar 500 meter dari simpang PLTU Labuhan Angin (Jalinsum menuju Barus) mengatakan, pengembangan tanaman singkong di wilayahnya karena sangat berprospek dan harga getah karet saat ini terpuruk. ”Maka perlu mencari alternatif untuk menyanggah hidup, kebetulan suhu di daerah panas, sangat cocok dikembangkan pertanaman singkong ,”tuturnya.

Dijelaskannya, pertanaman singkong membutuhkan pengalaman yang profesional dan tidak dilakukan dengan sembarangan, dan harus dapat memilih kadar tanah dan bibit yang bagus. “Metode nya kita lakukan dengan cara stek, menyesuaikan kedalaman bibit serta jarak tanaman,”ujar Hotdatua.

Butuh Pendampingan PPL Dan Pupuk Bersubsidi

Mendukung pengembangan ini, Hotdatua berharap hadirnya pendampingan dari Dinas Pertanian dan penyaluran pupuk bersubsidi. “Petani masih sangat perlu di dorong dan dikawal pemerintah, sebaliknya warga juga harus serius dan serentak harus membentuk kelompok tani agar pendampingan PPL dan penyaluran pupuk bersubsidi juga tepat sasaran,”ucapnya.

Hotdatua yang merintis pertanaman singkong ini sejak bulan Juni 2014 juga berharap agar pemerintahan di kecamatan dan desa ikut mendorong warga untuk serentak melakukan pengembangan pertanaman singkong di wilayah itu.

“Ini bukan mimpi, tetapi jika warga serentak melakukan, tidak tertutup kemungkinan akan dilirik investor untuk mendirikan pabrik pengolahan singkong, sebab secara umum wilayah Tapteng sangat berprospek, di Kecamatan Tapian Nauli saja ada sekitar 20 hektar lahan tidur dan cocok dibuka lahan pertanaman singkong, paling tidak ini salah satu jawaban atas terpuruknya harga karet saat ini,” ucapnya.

Omran Hutagalung, salah satu petani mengaku tertarik dengan gagasan Hotdatua. ”Sebelumnya warga disini dominan mengggantungjkan hidup dari hasil pertanaman karet dan padi , tetapi sekarang sudah ada sampingan,” katanya. (ph/ss/tt)

Kata kunci terkait:
kebun poriaha, harga karet terbaru di padang sidimpuan, nama desa persimpangan menuju pltu labuhan angin

Lihat Juga

Terkait Mau Tampar Anggota, Kadis Pendidikan Akan Nasehati Oknum KUPT Ransel

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait ocehan Oknum Kepala Unit Pelaksana Tehnik (KUPT) Dinas Pendidikan,Kecamatan Rantau ...