Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Hakim Pengawas Medan Diminta Periksa 3 Oknum Hakim Yang Terima Suap

Hakim Pengawas Medan Diminta Periksa 3 Oknum Hakim Yang Terima Suap

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Menindak lanjuti pemberitaan atas putusan Majelis hakim Pengadilan Negeri Rantauprapat yaitu Jhonson Sirait SH, M Jazuri SH dan Mince Ginting SH yang putusannya menjadi kontropersi dan diduga menerima suap atas pihak terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan dan Makmur yang dihukum 5 bulan 4 hari dan Nursiyah yang cuma divonis 3 bulan 15 hari, Senin (31/8), diminta secara tegas Hakim pengawas untuk memeriksa tiga oknum tersebut.

Karena, jika hal itu dibiarkan pada ketiga oknum hakim nakal itu diduga dapat merusak citra hakim yang seharusnya memvonis atas fakta persidangan dan keyakinan bukan adanya uang longit-longit yang diberikan.

“Yang pasti kalau adanya dugaan seperti itu hakim pengawas Pengadilan Tinggi (PT) Medan segera periksa oknum tersebut,jika hal itu dibiarkan disinyalir akan berkepanjangan,”kata Andi Khoirul Harahap selaku Aktivis Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) Labuhanbatu, Kamis (10/9).

Menurutnya, atas putusan yang kontroperisi dengan tuntutan JPU hakim pegawas dapat menelaah atas putusan yang dijatuhkan oleh hakim, sebab, merunut bahasa ketua majelis ia menyatakan memvonis terdakwa tersebut hanya sekedar faktor kasihan saja.

“Bagaimana tidak menjadi sorotan atas putusan yang diberikan majelis hakim tersebut,pemeras sopir truck yang berisi naskah Ujian Nasional (UN) alangkah dahsyatnya tiga oknum tersebut memvonis hanya faktor kasihan,”bilang Andi.

Jekson Oktaryo Nababan,SH saat diminta tanggapannya seputar hal tersebut mengatakan, Hakim harus memperoleh adanya fakta persidangan dan alat bukti.

“Kalau sepengetahuan saya sebagai lawyer, memvonis terdakwa itu harus fakta persidangan dan alat bukti dipersidagan. Tidak ada yang namanya faktor kasihan,”kata Jekson pada suarasumut.com, Kamis (3/8) di PN Rantauprapat.

Menurutnya, atas kelakuan yang ditimbulkan ketiga terdakwa dengan memeras sopir truck yang berisi naskah Ujian Nasional (UN) itu seharusnya majelis hakim lebih kasihan atas terlambatnya naskah ujian karena adanya waktu keterlambatan atas adanya pemerasan hingga naskah tersebut menjadi terlambat.

“Seharusnya majelis hakim lebih kasihan terhadap naskah ujian yang datang terlambat dikarenakan adanya pemerasan. Ini kok malah kasihan dengan pemerasnya?,”tutur Jekson.

Sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) Susi Sihombing SH sebelumnya menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan selama 2 tahun 6 bulan, kepada terdakwa Makmur 2 tahun dan terhadap terdakwa Nursiyah 1 tahun.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Tidak Semua Program Dan Kegiatan Yang Telah Ditetapkan Dapat Dilakukan Oleh Pemerintah Sendiri

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pemerintah menyadari bahwa tidak semua program dan kegiatan yang telah ditetapkan ...