Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Hakim Jhonson Sirait Cs Diduga Terima Suap Dari Pemeras Sopir Truk Soal UN

Hakim Jhonson Sirait Cs Diduga Terima Suap Dari Pemeras Sopir Truk Soal UN

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rantauprapat, Jhonson Sirait SH, M Jazuri SH dan Mince Ginting SH diduga menerima suap atas pihak terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan dan Makmur yang dihukum 5 bulan 4 hari dan Nursiyah yang cuma divonis 3 bulan 15 hari, Senin (31/8), di PN tersebut.

Namun ketika dikonfirmasi ketua majelis hakim dalam perkara pidana pemeras terhadap sopir truk pengangkut naskah/soal Ujian Nasional tersebut, Jhonson Sirait membentah menerima suap dari pihak terdakwa.

“Nggak ada itu kami menerima apa-apa dari situ. Itu kerugiannya kan 50 ribu aja nya,” bantah Jhonson Sirait.

Jhonson mengatakan dia dan anggota majelis hakim hanya kasihan kepada ketiga terdakwa, sebab kerugian korban pun cuma 50.000. “Kasihan sajanya ini sama terdakwa. Nggak ada kami terima apa-apa,” kata Jhonson lagi.

Ketiga terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan pemerasan terhadap sopir truk pengangkut naskah soal Ujian Nasional (UN) dengan cara memungut biaya menempelkan logo PSDS ke bak belakang truk yang dikemudikan saksi korban Herman Edison alias Son, saksi korban Mariono dan saksi korban Hendrik, masing-masing Rp50.000 saat melintasi dari Jalinsum Simanggamangga Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Jaksa penuntut umum (JPU) Susi Sihombing SH sebelumnya menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Kurnan Matondang alias Kurnan selama 2 tahun 6 bulan, kepada terdakwa Makmur 2 tahun dan terhadap terdakwa Nursiyah 1 tahun.

Namun, Kurnan dan Makmur hanya divonis 5 bulan 4 hari dan seorang lagi wanita, Nursiyah divonis 3 bulan 15 hari oleh majelis hakim Jhonson Sirait SH, M Jazuri SH dan Mince Ginting SH, Senin (31/8), di Pengadilan Negeri Rantauprapat.JPU Susi pun masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut.

Vonis majelis hakim yang diketuai Jhonson Sirait sering menjadi prokontra. Kasus sebelumnya, majelis hakim ini memonis pemasang judi toto gelap 5 bulan, dan harus dipecat dari pekerjaannya karena hukumannya lebih dari 3 bulan, sebab dia tidak punya uang yang banyak.

Kalau soal kerugian hanya Rp50.000 dari terdakwa Kurnan Cs, ketus pengunjung sidang, apakah ada orang lain yang dirugikan dari pemasang judi Togel tersebut? Apakah Jhonson tidak kasihan kepada sesorang yang akan dipecat dari pekerjaan.

Yang pasti pemasang Togel itu sudah dipecat dari pekerjaannya sebagai karyawan (tukang egrek) pada sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di kawasan Pangkatan, beberapa bulan yang lalu.(ab/ss/rp)

Kata kunci terkait:
jhonson sirait

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...