Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Hakim Anggota Jhonson FE Sirait SH Merangkap Hakim Ketua Terindikasi Langgar KUHAPidana

Hakim Anggota Jhonson FE Sirait SH Merangkap Hakim Ketua Terindikasi Langgar KUHAPidana

Rantauprapat, suarasumut.com – Sekalipun Hakim Ketua Armansyah Siregar SH MH berhalangan dalam sidang agenda pembuktian atas perkara terdakwa Monalisa Nasution nomor register 156/Pid/B/2015/PN.RAP, namun Hakim Anggota Jhonson FE Sirait SH tetap melanjutkan pemeriksaan perkara. Padahal, penetapan Hakim Ketua dalam komposisi Majelis Hakim, Armansyah Siregar SH MH, Jhonson FE Sirait SH, dan Mince S Ginting ditetapkan melalui Keputusan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat.

Pantauan suarasumut.com hingga Kamis (28/5), Jhonson FE Sirait memimpim persidangan perkara terdakwa Monalisa Nasution dalam agenda pembuktian (31 Maret 2015) dan penundaan (perubahan) pengucapan putusan menjadi penundaan penyampaian pledoi (28 Maret 2015). Tak pelak persidangan yang dipimpin Hakim Anggota itu terkesan asal-asalan atau tidak berpedoman dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAPidana).

Fakta persidangan pembuktian, Majelis Hakim dengan komposisi Jhonson FE Sirait SH, Mince S Ginting SH, dan Iqbal SH MH hanya menghadirkan 1 unit handphone merk blackberry. Padahal, sesuai penetapan Nomor 01/Pid.Sus-Anak/2015/PN Rap atas perkara terdakwa Pspt, barang bukti perkara Monalisa Nasution berupa 1 (satu) buah Handphone Black Berry Gemini warna putih dan 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Soul warna putih tanpa nomor polisi.

Tidak dihadirkannya barang bukti sepeda motor Yamaha Soul mengesankan Jhonson FE Sirait yang bertindak sebagai Hakim Ketua itu tidak berpedoman dengan Pasal 181 ayat (1) KUHAPidana. Dimana dalam KUHAPidana diatur, Hakim Ketua sidang memperlihatkan kepada terdakwa segala barang bukti untuk dikenali (kenal atau tidak kenal,red).

Dalam sidang agenda pembuktian itu juga, Jhonson FE Sirait melakukan pembiaran Mince S Ginting melontarkan pertanyaan kepada saksi mahkota Pspt yang dapat merugikan terdakwa Monalisa Nasution. Dimana, Mince S Ginting membuat pernyataan yang mengesankan dirinya telah menganggap terdakwa Monalisa Nasution bersalah, sementara anggapan bersalah sebelum putusan inkrah dilarang KUHAP . “Kemarin saat perdamaian (diversi,red), sudah diakui bersalah. Saya bertanya kepada mu (saksi mahkota Pspt,red), apakah kesaksian mu ini untuk menyelamatkan terdakwa (Monalisa,red),” kata Mince S Ginting saat itu.

Dalam agenda sidang yang sama, pemeriksaan perkara terdakwa Monalisa Nasution terhadap saksi Irma Suryani (ibu korban,red), saksi korban Fsrh, dan saksi mahkota Pspt dipimpin Jhonson FE Sirait secara bersamaan. Padahal, sesuai Pasal 160 ayat (1) huruf ‘a” KUHAPidana, saksi dipanggil ke dalam ruang sidang seorang demi seorang menurut urutan.

Sedangkan faka persidangan agenda (penundaan) pengucapan putusan tanggal 28 April 2015, dengan kompisisi Majelis Hakim, Jhonson FE Sirait, Mince S Ginting, dan Jahzuri SH MH mengabulkan permintaan Penasehat Hukum, Jeckson Nababan SH yang mendampingi terdakwa Monalisa agar diubah menjadi (penundaan) penyampaian pledoi. Hal ini menunjukan, Majelis Hakim dengan komposisi Armansyah Siregar, Jhonson FE Sirait, dan Mince S Ginting telah memiliki pendapat masing-masing bahwa Monalisa Nasution bersalah, sekalipun agenda pengucapan putusan secara resmi dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2015.

Dimana, sekalipun dalam persidangan pembuktian tanggal 31 Maret 2015, korban Fsrh tidak ada menyerahkan uang Rp10 ribu kepada terdakwa Monalisa Nasution, namun dalam sidang agenda pengucapan putusan, Majelis Hakim Armansyah Siregar, Jhonson FE Sirait, dan Mince S Ginting menyatakan terdakwa Monalisa Nasuition terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pemerasan dengan kekerasan sesuai Pasal 368 ayat (2) KUHPidana. Atas keyakinan Majelis Hakim yang diketuai Armnsyah Siregar itu, terdakwa Monalisa Nasution dipidana 8 bulan penjara.

Dikonfirmasi terkait indikasi penyimpangan penerapan hukum acara dan pengabaian keadilan terdakwa Monalisa Nasution, Ketua PN Rantauprapat, Tumpal Sagala SH MH mendalihkan Majelis Hakim Armansyah Siregar, Jhonson FE Sirait, dan Mince S Ginting yang akan menjawabnya. Padahal, konfirmasi tertulis telah telah diajukan kepadanya sejak 18 Mei 2015 lalu. “Hakim-nya yang akan menjawabnya,” dalih Tumpal Sagala.

Ditanya tentang Hakim Pengawas Perkara Pidana di PN Rantauprapat, Tumpal Sagala dengan entengnya menyebutkan, Jhonson FE Sirait sebagai Hakim Pengawas (Bidang) Pidana menggatikan Armansyah Siregar. “Hakim Jhonson Pengawas (Bidang) Pidana,” jawab Tumpal Sagala dengan enteng. (ls/ss/lb)

Kata kunci terkait:
Tumpal Sagala

Lihat Juga

Kapolres : Anggota Polres Labuhanbatu Yang Beck-Up Judi Lapor Ke- Saya

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Polres Labuhanbatu terus gencar memburu pelaku perjudian diwilayah hukumnya. Terbukti dengan ...