Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Gubsu Tidak Ikut, Bupati Nias Nilai Gugatan CV.Karya Sendoro Error In Person

Gubsu Tidak Ikut, Bupati Nias Nilai Gugatan CV.Karya Sendoro Error In Person

Gunungsitoli | suarasumut.com — Karena Gubernur Sumatera Utara tidak ikut digugat atau ditarik sebagai pihak dalam status quo, Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM menilai gugatan CV.Karya Sendoro mengandung cacat Error in Person dalam bentuk Plurium Litis Consortium (Gugatan yang diajukan kurang pihak).

Bupati Nias juga menegaskan, tergugat I (Bupati Nias), tergugat II (Direktur RSUD Gunungsitoli) dan tergugat III (Panitia) dengan tegas membantah dan menolak seluruh dalil dalil gugatan penggugat, kecuali yang kebenarannya diakui secara tegas oleh tergugat I, II dan II.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Nias Drs.Sokhiatulo Laoli, MM melalui kuasa hukumnya Agusmar Zalukhu, SH, pada sidang gugatan Direktur CV.Karya Sendoro terhadap Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli dengan agenda mendengar jawaban Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli atas gugatan CV.Karya Sendoro, di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Senin (25/4).

“Penggugat mengetahui, dan memahami bahwa anggaran untuk pengadaan Alat Kesehatan dan kedokteran pada RSUD Gunungsitoli tahun anggaran 2012 bersumber dari dana Bantuan Daerah Bawahan Propinsi Sumatera Utara. Maka secara hukum, Gubernur Sumatera Utara ikut digugat atau ditarik sebagai pihak dalam perkara quo,” ungkap Bupati Nias melalui kuasa hukum pada persidangan.

Selain itu, Bupati Nias mengklaim jika gugatan CV.Karya Sendoro tidak termasuk dalam kewenangan/kompetensi Absolut Pengadilan Negeri Gunungsitoli. Karena objek gugatan merupakan hubungan hukum adminitrasi negara (HAN) atau Tata Usaha Negara (TUN).

Dalam proses tersebut, tergugat I (Bupati Nias), II (Direktur RSDU Gunungsitoli) bertindak sebagai pejabat negara/daerah. Sehingga, keputusan yang dikeluarkan pada proses pengadaan tersebut merupakan keputusan pejabat negara/daerah atau publik.

Karena objek gugatan penggugat adalah SK Bupati Nias dan keputusan Direktur RSUD Gunungsitoli merupakan keputusan TUN. Maka pihak yang merasa dirugikan akibat keputusan tersebut hanya dapat mengajukan gugatan pembatalan secara tertulis atas keputusan tersebut melalui PTUN sesuai pasal 53 UU nomor 5 tahun 1986 sebagaiman telah diubah dengan UU nomor 9 tahun 2004 tentang PTUN.

Bupati Nias juga menganggap gugatan CV.Karya Sendoro kabur/tidak jelas (Obscuur Libel), karena tidak memenuhi syarat formil gugatan, tidak memenuhi dasar (feitelijke ground) dan memohon kepada hakim majelis yang memeriksa dan mengadili perkara untuk menyatakan gugatan CV.Karya Sendoro tidak dapat diterima.

Usai mendengar jawaban Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli, Majelis Hakim Muhammad Y Sembiring, SH yang didampingi hakim Kennedy P Sitepu, SH, MH dan hakim Agung Laia, SH, MH menanyakan waktu yang dibutuhkan penggugat untuk menanggapi jawaban Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli.

Direktur CV.Karya Sendoro Sonitehe Telaumbanua, SH meminta waktu selama dua minggu untuk menyiapkan tanggapan, sehingga sidang ditetapkan oleh Hakim Majelis akan kembali digelar tanggal 9 mei 2016.

Sonitehe Telaumbanua, SH yang ditemui wartawan usai sidang mengaku geli dengan jawaban Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli. Dia menerangkan, terkait kompetensi absolud Pengadilan Negeri Gunungsitoli dalam menyidangkan kasus gugatannya, semua sudah terbuktikan pada sidang sebelumnya.

Dimana pada sidang sebelumnya yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu, SH, MH, telah ditetapkan pada putusan sela jika Pengadilan Negeri Gunungsitoli berhak menyidangkan gugatan tersebut. Bahkan keputusan tersebut menurut Sonitehe merupakan putusan PTUN saat kasus ini dia gugat di PTUN sebelumnya.

“Melihat jawaban Bupati Nias dan Direktur RSUD Gunungsitoli saya merasa geli, dan sepertinya mereka melupakan hasil pada persidangan sebelumnya. Lucunya lagi, pada sidang sebelumnya, mereka menyatakan gugatan saya kurang pihak karena tidak mengikut sertakan panitia, kini mereka tadi juga mengatakan bahwa dalam gugatan saya seharusnya panitia tidak ikut. Ini tandanya mereka tidak konsisten terhadap jawaban mereka pada sidang sidang sebelumnya,”ujar Sonitehe.(ih/ss-ni)

Lihat Juga

Bupati Taput Resmikan Listrik Tenaga Turbin Di Desa Lobusihim Kecamatan Simangumban

Taput | suarasumut.com  –  Usai sambut Kunjungan Presiden RI Joko Widodo, pada malam harinya Bupati ...