Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› GMNI, PMII, Dan GMKI Labuhanbatu Siap Dampingi Guru

GMNI, PMII, Dan GMKI Labuhanbatu Siap Dampingi Guru

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Masih berlanjutnya isu pungutan liar (Pungli) terhadap guru menimbulkan keresahan ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Labuhanbatu. Hal itu menggugah hati para aktivis kemahasiswaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kabupaten Labuhanbatu menyatukan kekuatan melakukan perlawan Pungli terhadap guru.

Kepada suarasumut.com, Senin (5/12), Ketua DPC GMNI Kabupaten Labuhanbatu, Ridwan Nasution, SH mengatakan, adanya pemutasian terhadap guru SMP Negeri 2 Rantau Selatan ke SMP Negeri 2 Satu Atap Panai Hilir pasca melakukan perlawan terhadap guru merupakan bentuk intimidasi dan pelegalan terjadi Pungli terhadap guru-guru.

“Kita kecewakan adanya pemutasian guru pasca melawan Pungli pemberkasan dana sertifikasi bulan Oktober 2016 lalu. Ini merupakan bentuk intimidasi terhadap guru-guru agar tidak melakukan perlawanan terhadap Pungli. Layak diduga, pemutasian tersebut untuk memuluskan kegiatan Pungli yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan Negara di dunia pendidikan,”kata Ridwan Nasution.

Hal senada disampaikan Ketua PC PMII Kabupaten Labuhanbatu, Khairul Nai Hasibuan menyebutkan, praktik Pungli pasca diberikan tunjangan sertifikasi guru telah berlangsung sejak lama yang sangat meresahkan masyarakat. Dampaknya, lanjut Khairul Nai, praktek Pungli ini seakan telah dilegalkan karena tidak pernah tersentuh oleh hukum.

“Sudah sejak dulu Pungli terhadap guru penerima dana sertifikasi mewarnai dunia pendidikan, namun hingga saat ini Pungli tersebut tidak pernah tuntas ditangani dengan alas an pembuktian dan guru-guru yang dipungli cenderung takut untuk melakukan perlawanan terhadap Pungli, takut dimutasi ke pesisir ataupun terpencil. Sudah saatnya kita bersatu untuk melakukan perlawanan Pungli dan mendampingi guru-guru korban Pungli,” kata Khairul Nai.

Menurut Ketua DPC GMKI Kabupaten Labuhanbatu, Francius Gultom menyebutkan, program sapu bersih (Saber) Pungli yang diluncurkan Presiden RI, Joko Widodo harus didukung seluruh elemen masyarakat di tingkat daerah. Dalam hal adanya guru melawan Pungli, lanjutnya, mereka siap mendukung dan mengkawal setiap guru yang berani melawan Pungli.

“Program Saber Pungli harus didukung hingga daerah. Ini momen yang tepat atas keberadaan guru yang mau melawan Pungli. Kita harapkan, guru yang melawan Pungli merasa dirinya tidak sendiri, kami siap mendampingi dan mengkawal intimidasi yang dilakukan penguasa,” kata Francius Gultom.

Sekedar untuk diketahui, informasi guru-guru penerima tunjangan sertifikasi Triwulan ketiga T.A 2016 di Kabupaten Labuhanbatu dibebankan biaya pemberkasan beraneka ragam mulai Rp270 ribu hingga Rp520 ribu. Sebesar Rp20 ribu dialokasikan untuk surat keputusan Dirjen Pendidikan dan Rp100 ribu untuk Dinas Pendidikan.

“3 Minggu setelah saya menyatakan melawan Pungli kepada Kepala Sekolah, SK pemutasian diserahkan kepada saya. Selain itu, dana sertifikasi saya tidak ditransfer ke rekening saya dengan alasan terlambat pemberkasan. Padahal itu tidak lazim terjadi,” kata guru berinisial THT guru SMP Negeri 2 Rantau Selatan yang dimutasikan ke SMP Negeri 2 Satu Atap Panai Hilir.

Untuk SMA Negeri 1 Rantau Utara, lanjut THT, saat itu dibebankan biaya sebesar Rp320 ribu. Namun setelah diberitakan media pada 20 Oktober 2016 lalu, biaya yang dibebankan turun menjadi Rp110 ribu.

“Dalam pemberitaan di media, Kadis Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu akan mencek kebenaran informasi tersebut, namun hingga saat ini tidak diketahui tindak lanjutnya. Informasinya, biaya pemberkasan dana sertifikasi setelah diberitakan media menjadi Rp110 ribu yang semula sebesar Rp320 ribu,” sebut THT.

Secara terpisah, Kadisdik Kabupaten Labuhanbatu, Sarimpunan yang dikonfirmasi via seluler mengaku persoalan pemutasian guru SMP Negeri 2 Rantau Selatan ke SMP Negeri 2 Satu Atap Panai Hilir tidak berkaitan dengan adanya upaya perlawanan sang guru atas Pungli yang menimpa guru-guru di daerah itu.

“Itu (pemutasian) sudah selesai. Nggak ada hubungannya dengan itu,” kata Sarimpunan beberapa waktu lalu via seluler. (ls/ss-lb)

Kata kunci terkait:
gmni kabupaten labuhan batu

Lihat Juga

Pembentukan Karakter Dan Pengenalan Budaya, Unimed Latih Anak Usia Dini

Medan | suarasumut.com  –  Pendidikan karakter dan pengenalan budaya merupakan hal yang mutlak yang diberikan ...