Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› GMNI Bersama Pedagang Demo Dinas Pasar, Pembagian Lapak Sarat Kecurangan

GMNI Bersama Pedagang Demo Dinas Pasar, Pembagian Lapak Sarat Kecurangan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Tak kunjung tuntasnya keluhan pedagang eks Pasar Baru ke Pasar Gelugur sejak awal tahun 2012 lalu, Dinas Pasar dan Kebersihan (Dinas Pasar) Pemkab Labuhanbatu di demo DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama pedagang. Bahkan, pengaduan tertulis kepada Bupati dan DPRD sejak Maret 2015 hingga saat ini tak digubris.

Pantauan suarasumut.com, Selasa (1/9), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam DPC GMNI Labuhanbatu bersama puluhan pedagang ikan eks Pasar Baru melakukan aksi demo di kantor Dinas Pasar, jalan Gelugur, Kecamatan Rantau Utara. Dalam orasinya, GMNI bersama pedagang menuntut Kepala Dinas Pasar, Kamal Ilham SKM MM mempertanggungjawabkan kinerjanya.

“Kami GMNI Cabang Labuhanbatu bersama para pedagang mendesak Kepala Dinas Kamal Ilham agar segera menyelesaikan permasalahan yang ada di Pasar Gelugur. Hingga saat ini, masih banyak pedagang ikan yang tidak mendapatkan meja ikan untuk berjualan di Pasar Gelugur,” kata M Riduan Nasution, Ketua DPC GMNI Labuhanbatu dalam orasinya.

Menurut pendemo, Kepala Dinas Pasar, Kamal Ilham diduga melakukan kecurangan saat membagi-bagikan 18 lapak/meja pedagang ikan yang diadakan pada tahun 2014 lalu. Dimana, mereka menganggap pengadaan lapak tersebut malah dibagikan kepada yang bukan pedagang eks Pasar Baru. “Pembagian meja ikan yang tak sesuai kepada pemohon yang membutuhkan yaitu pedagang yang telah berjualan cukup lama, sehingga kami nilai terjadi kecurangan yang diduga dilakukan Kepala Dinas Pasar,” ucap M Riduan Nasution.

Selain itu, GMNI Labuhanbatu bersama puluhan pedagang ikan eks Pasar Baru juga menuntut Kamal Ilham agar mengkelola Pasar Gelugur secara professional. Dimana, septic tank yang sudah berlangsung lama, namun tak kunjung diperbaiki. Sehingga, aroma busuk dan pencemaran udara dapat merusak kesehatan masyarakat. “Terkait Septic Tank yang berada persis di pajak ikan sudah lama terjadi kerusakan sehingga selain menimbulkan aroma tak sedap juga mengakibatkan tidak seterilnya bahan makanan yang dijual para pedagang,” sebut M Ridwan Nasution.

Sementara, Yanto Ziliu selaku Kordinator Lapangan (Korlap) aksi mendesak Kepala Dinas Pasar untuk bertanggungjawab atas ketidak nyamanan pedagang ikan dan sikap arogansi Satpam yang menganiaya pedagang bernama Abdul Fadil pada tahun 2013 saat beraktifitas di Pasar Gelugur. Dimana, pedagang ikan sering kehilangan meja ikan dalam pagar besi dan berdinding beton. “Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan wajib mempertanggungjawabkan permasalahan yang terjadi di pasar gelugur ini, hilangnya barang dagangan para pedagang yang terjadi berkali-kali padahal lokasi dagang dikelilingi pagar besi dan di jaga puluhan satuan pengaman (satpam) dan penganiayaan yang dilakukan satpam terhadap Abdul Fadil Kawan seperjuangan kami, ”teriak Yanto.

Kepala Dinas Pasar, Kamal Ilham menyebutkan, ada pedagang ikan yang telah mendapatkan 4 lapak dagangan, namun telah diperjual belikan kepada pedagang lainnya. Dalam hal itu, dia menganggap pedagang tersebut sepantasnya tidak memiliki hak lagi untuk menuntut lapak dagangan. “Sebanyak 18 meja pada tahun 2014. Ada pedagang yang mendapat 4 meja dan itu dijualnya. Setelah itu datang lagi meminta (lapak),” kata Kamal Ilham dikantornya saat beraudensi bersama para pendemo yang dikawal ketat oleh aparat Polres Labuhanbatu dan Sat Pol PP. (ls/ss/lb)

Gambar sisip 1

Lihat Juga

Potensi Pasar Kentang Goreng Indonesia, Belgia Lirik Indonesia Sebagai Pasar Ekspor Utama Di Asia Tenggara

Jakarta | suarasumut.com – Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun ...