Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Gelapkan Uang Arisan Milyaran Rupiah, Istri Oknum Polisi Dilaporkan
Jpeg

Gelapkan Uang Arisan Milyaran Rupiah, Istri Oknum Polisi Dilaporkan

Rantauprapat, suarasumut.com – Dituding melakukan penipuan dan penggelepan uang arisan jula-jula mencapai milyaran rupiah, seorang wanita Lamris Harefah, yang merupakan istri oknum Polisi dilaporkan ke Mapolres Labuhanbatu, Kamis (21/5/).

Informasi dihimpun, aksi penipuan dan penggelapan itu berawal saat LH mengajak puluhan warga untuk membentuk arisan jula-jula berkisar 2 tahun lalu.

Ketika itu, LH pun terpilih sebagai ketua arisan yang mengkoordinir dan menyimpan uang jula-jula atau uang simpanan puluhan anggota yang ditarik secara bergantian setiap bulannya.

Kelompok arisan jula-jula yang dibentuknya itu pun bervariasi, mulai dari kelompok Rp1 juta perbulan hingga kelompok Rp3 Juta perbulan.

Namun belakangan, LH yang merupakan ibu dari 4 orang anak, yang tinggal di Desa Sidorukun, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu itu kerap tidak ada dirumah, saat dicari para anggota arisan yang mendapat giliran menarik uang jula-jula tersebut.

Karena merasa telah ditipu LH, sejumlah anggota arisan jula-jula itu pun membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu.

Salah satunya Turiah (35), ibu rumah tangga warga Desa Sidorukun, Kecamatan Bilah Hulu, Labuhanbatu. “Ya, saya salah satu korbannya, uang saya Rp76 juta digelapkannya. Makanya saya lapor polisi,” jelas Turiah saat ditemui wartawan di ruang SPK Polres Labuhanbatu.

Kata Turiah, dia pun ikut masuk anggota arisan jula-jula yang dikelola LH sejak dua tahun yang lalu. “Saya ikut kelompok yang Rp3 juta perbulan, makanya kerugian sebanyak itu,” ungkapnya.

Menurut Turiah, setidaknya ada puluhan anggota arisan yang menjadi korban penipuan oleh istri oknum polisi tersebut. “Dan kalau ditotal, uang kami yang digelapkannya itu mencapai milyaran rupiah,” jelasnya.

Lain lagi dengan korban T Boru Pasaribu (42), yang mengaku mengalami kerugian mencapai Rp150 juta. “Karena saya ikut dua nomor atas nama saya dan anak saya, makanya sampai ratusan juta kerugiannya,”ungkapnya.

Kata Br Pasaribu, dia dan sejumlah korban lainnya sempat mendatangi suami LHyang bertugas di Polsek Kualuh Ledong. Tujuannya, untuk meminta pertanggungjawaban. “Tapi suaminya Ipda Sitinjak yang bertugas di Polsek Leidong itu juga nggak mau tanggung jawab. Katanya itu bukan urusannya. Dan dia malah tantang kita untuk lapor polisi, makanya lah sekarang kita lapor,”terangnya.

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK melalui Kasubag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani yang dikonfirmasi mengaku masih baru menerima laporan pengaduan dugaan penipuan dan penggelapan uang arisan jula-jula tersebut. “Kita baru memintai keterangan para saksi korban,” ucapnya.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Fakultas Teknik UMSU Lakukan Rekrutmen Staff

Medan | suarasumut.com  –  Fakultas Teknik UMSU menjalin kerjasama dengan Incasi Raya Group dan Gunas ...