Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Gawat..! PT CSR Buang Limbah Ke Sungai, DPRD Labuhanbatu Akan Gelar RDP
Jpeg

Gawat..! PT CSR Buang Limbah Ke Sungai, DPRD Labuhanbatu Akan Gelar RDP

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Komisi D DPRD Labuhanbatu akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) berkaitan dugaan pembuangan limbah ke Sungai Barumun oleh pihak Management PMKS PT Cisadane Sawit Raya (CSR) di Kecamatan Panai Tengah, Labuhanbatu.

Ketua Komisi D, Ahmat Saiful Sirait ditemui, Senin (24/10) di Rantauprapat menegaskan, RDP akan digelar Selasa (25/10) terkait laporan warga mengenai pengelolaan maupun sistem pengolahan limbah yang ada di PT CSR.

“Diundangan kita jadwalkan pertemuannya pukul 14.00 WIB. Pertemuan itu merupakan tindaklanjut dari laporan warga serta pengambilan sample limbah yang telah kita lakukan,” terangnya.

Ditanya apakah pihaknya sudah mendapat informaai siapa nantinya dari perusahaan yang akan menghadirinya, dirinya kurang mengetahui pasti. Namun tegasnya, jika tidak yang berkompeten, maka pertemuan akan diundur.

“Nanti kita pertanyakan apakah orang yang diutusnya bagian dari orang yang bisa mempertanggungjawabkan apa yang disampaikannya. Jika tidak, kita minta pulang saja,” ujar Sirait pada wartawan.

Jika dalam pertemuan lanjutan, pihak perusahaan tersebut tidak juga mengutus orang yang berkompeten, pihak Komisi D DPRD Kabupaten Labuhanbatu, akan mengeluarkan rekomendasi panggil paksa.

Terpisah, anggota Komisi D, Ahyar Simbolon menambahkan, sejak awal berdasarkan laporan sejumlah masyarakat Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah, pihaknya telah berkunjung ke kolam limbah milik PMKS PT CSR.

Disana terangnya, layak diduga kesalahan dalam pengelolaan air limbah yang akhirnya sampai ke aliran sungai Barumun. “Itu masih dugaan. Jika melihat alur limbahnya, memang sangat rentan dengan masalah,” paparnya.

Namun begitu katanya, mereka akan meminta pengakuan jujur pihak perusahaan maupun Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Labuhanbatu serta disesuaikan dengan keluhan warga dan hasil sample yang diambil dari sejumlah kolam limbah.

Kepada BLH, pihaknya menegaskan untuk tidak berspekulasi dalam hal tahapan pengolahan tandan buah sawit di PMKS hingga pengelolaan limbah. “Artinya, baik IPAL, AMDAL maupun syarat lainnya harus sesuai, sehingga limbah menjadi ramah lingkungan,” sebutnya.

Ditanya, terkait limbah cair yang telah diambil mereka apkh sudah dengan proses aturan yang ada, Ahyar Simbolon tidak ingin berprasangka buruk. Tetapi lanjutnya, ketika mengambil limbah ke kolam, tangan mereka yang terkena limbah, saat itu juga terasa gatal-gatal.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah melapor ke Komisi D DPRD Kabupaten Labuhanbatu sekaitan serangan gatal-gatal ketika menggunakan air di Sungai Barumun.

Selain itu, nelayan merasa penghasilan mereka berkurang akibat dugaan adanya limbah PMKS PT CSR yang mencemari sungai serta petani pun mengalami kerugian akibat disinyalir limbah tergenang jika musim banjir tiba.

Hingga kini, tidak didapat konfirmasi resmi dari pejabat yang menangani pengelolaan maupun pengolahan limbah cair milik PMKS PT CSR tersebut.(ab/ss-lb)

Kata kunci terkait:
pt cisadane sawit raya, penanganan air limbah pada obu di sungai

Lihat Juga

OPD Pemkab Labuhanbatu Laksanakan Bhakti Sosial Ke Panti Asuhan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke-72 Tahun ...