Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Headline ›› Gawat! Oknum Pendamping PKH Diduga Potong Dana Bansos Di Medan

Gawat! Oknum Pendamping PKH Diduga Potong Dana Bansos Di Medan

Medan | suarasumut.com   –  Salah satu program andalan yang dimiliki Kementerian Sosial untuk menurunkan angka kemiskinan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Penerima Bantuan Sosial ini dapat mencairkan bantuan pemerintah melalui Kartu Kombo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang juga berfungsi sebagai ATM. Bansos PKH ini diberikan kepada keluarga dengan kategori sangat miskin berdasarkan basis data terpadu.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Medan yang tidak ingin disebutkan namanya mengeluhkan adanya oknum nakal pendamping PKH atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di Kecamatan tempat tinggalnya. Dia mengungkapkan adanya praktik pemotongan bantuan sosial Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Oknum tersebut mengutip dan menahan kartu KKS milik warga miskin, serta mengancam pemilik Kartu Keluarga Sejahtera tersebut. Modusnya saat pencairan bantuan pangan non-tunai, oknum pendamping PKH nakal tersebut mengumpulkan kartu Kombo (ATM), kemudian dicairkan sendiri dan dipotong saat diberikan kepada warga.

“Kalau misalnya gak kau titip kartumu samaku, ATM punyamu ku blokir,” ucap salah seorang warga yang tidak ingin diekspos namanya menirukan perkataan ancaman oknum Pendamping PKH tersebut kepada suarasumut.com, Sabtu (10/2/2018).

Setelah oknum nakal Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) mengumpulkan kartu Kombo (ATM) milik warga penerima Bansos, selanjutnya oknum tersebut belanja kebutuhan pokok warga penerima Bansos seperti beras dan gula. Kemudian oknum itu menghimbau warga agar berkumpul 3 hari kemudian di suatu rumah yang telah ditentukan, saat itulah sembako dibagikan kepada warga.

Warga yang diancam Kartu Kombo Kartu Keluarga Sejahtera merasa dicurangi oleh oknum nakal Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), semestinya warga memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga murah. Tapi malahan bahan pangan yang diterima tersebut harganya lebih mahal tetapi kualitas buruk dan harga tidak sewajarnya dari agen E-warung yang lain.

Namun, warga penerima Bansos tidak berani melaporkan tindakan curang yang dilakukan oleh oknum pendamping PKH Kecamatan tersebut karena adanya ancaman.

Perlu diketahui, seharusnya KPM mendatangi E-Warung (warung elektronik) yang bertindak sebagai penyalur resmi bantuan pemerintah. Untuk membeli bahan pangan dengan harga murah dengan memanfaatkan Kartu Kombo (ATM) dengan membawa identitas diri.

Warga pemegang kartu Kombo berhak memilih E-warung yang dikehendaki untuk mencairkan bantuan berupa bahan pangan, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Sekedar informasi, peserta PKH akan mendapatkan top up dana sebesar Rp.110.000 pada kartu KKS setiap bulannya. Saldo itu bisa dibelanjakan di E-Warung tempatnya tinggalnya. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dari pemerintah tidak lagi disalurkan ke masyarakat dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa bantuan bahan pokok seperti beras dan gula yang dapat dibeli masyarakat melalui E-warung. (tS-ss/Kiel/AJT)

Kata kunci terkait:
basis data terpadu 2018 kota binjai, kks kombo

Lihat Juga

Meski Belum Tutup, Gudang CPO Di Labuhanbatu Kini Gunakan Gerbang Pagar, Diduga Untuk Kelabui Petugas

Labuhanbatu | suarasumut.com  –  Setelah diberitakan Seputar penampungan CPO yang beroprasi di Bulu Cina, Kecamatan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *